• SMK MUHAMMADIYAH 5 KISARAN
  • SMK Bisa-Hebat (Berilmu, Beriman, Berakhlak dan Beramal)

10 Kesalahan yang Sering Dilakukan Orang Tua dalam Mendidik Anak

Tidak cukup dengan hanya memenuhi kebutuhan hidup anak, orang tua juga memiliki tanggung jawab besar dalam pembentukan kepribadiannya. Sekilas memang terlihat sederhana. Namun sebenarnya tanggung jawab tersebut tidak benar-benar mudah. Nyatanya, tak jarang masih ada cara mendidik yang dikemas orang tua dengan cara yang salah. Agar tahu, berikut 10 kesalahan dalam mendidik anak yang sering dilakukan orang tua:

1. Tidak Menjadi Contoh yang Baik

Orang tua merupakan sekolah pertama bagi anak. Benar. Mengingat orang tualah yang menjadi teman sekaligus guru sebelum anak terjun ke lingkungannya. Dari sini jelas, orang tua berperan besar pada baik buruknya kepribadian anak. Karena itu, sebagai orang tua penting bagi Anda untuk memperhatikan perilaku. Sekalipun untuk perilaku sepele seperti memerintah, menasehati, cara berkomunikasi, atau perilaku lainnya.

2. Menuntut dengan Ekspektasi TerlaluTinggi

Mengarahkan anak agar memiliki kemampuan hebat, jelas penting dilakukan. Namun akan salah, jika arahan tersebut berubah menjadi sebuah ekspektasi yang terlalu tinggi. Akibatnya, jika ekspektasi tak sesuai, orang tua tanpa sadar menuntut hingga membuat anak merasa tertekan. Dalam pembentukan kepribadian, cara ini tentu salah. Sebab akan membuat anak menjadi pribadi yang tidak percaya akan kemampuan dirinya. 

3. Mengkritik dengan Cara yang Salah

Sebuah kritikan dilakukan untuk membuat anak tahu mengenai kesalahan yang dilakukan. Namun bukan berarti kritikan diberikan dengan cara yang salah. Misalnya, dengan kalimat memojokkan, membentak, atau bahkan memukulnya. Alih-alih tahu kesalahannya, kritikan tersebut justru akan mengalirkan sikap buruk pada kepribadian anak.

4. Sering Membandingkan

Dalam bentuk apapun, membandingkan kemampuan anak Anda dengan anak lainnya jelas salah. Sebab setiap anak sesunggunya memiliki tingkat kemampuan berbeda. Pemberian motivasi dengan cara membandingkan bukan satu-satunya cara yang bisa dilakukan. Anda tetap bisa memberikan motivasi melalui cara yang baik seperti membakar semangat dengan kalimat yang halus dan memotivasi.

5. Tidak Konsisten dalam Menetapkan Batasan

Dalam membentuk kepribadian, menetapkan batasan merupakan hal yang penting. Misalnya, sebut saja dalam kedisiplinan. Dalam hal ini, kekonsistenan penetapan batasan harus selalu diperhatikan. Jangan sampai, atas sikap Anda, anak menjadi bingung mengenai kewajiban serta batasan yang harus mereka patuhi. 

6. Memberi Nasihat dengan Cara Berdebat

Pada dasarnya, nasihat akan lebih mudah diterima jika dikatakan dengan kalimat yang halus. Cara berdebat bukan solusi. Sebab justru akan membuat suasana semakin keruh. Alih-alih demikian, Anda bisa mendengarkan anak terlebih dahulu. Mengambil jeda, kemudian memberikan nasihat ketika suasana telah membaik.

7. Terlalu Sering Memuji

Sesekali pujian memang perlu diberikan sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan anak. Namun jangan berlebihan, seringnya kesalahan dalam mendidik anak pada poin ini dilakukan justru karena pemberian pujian terlalu berlebihan. Padahal, bukan berefek baik,cara ini justru akan membuat anak menjadi pribadi yang cepat puas akan kemampuan yang mereka miliki.

8. Memaklumi Kesalahan Secara Berlebihan

Untuk kesalahan, pemakluman secara berlebihan justru akan membuat anak terbiasa hingga membentuk kebiasaan buruk dalam dirinya. Seharusnya kesalahan tetaplah kesalahan. Sebagai orang tua, Anda tetap wajib memberitahukan letak kesalahan tersebut. Tentunya dengan nasihat dan kritik yang baik.

9. Terlalu Memanjakan

Seringkali untuk menunjukkan kasih sayangnya pada anak, orang tua tanpa sadar bersikap terlalu memanjakannya. Padahal jika berlebihan, sikap ini dapat melunturkan sikap mandiri dalam diri anak. Karena itu seharusnya, untuk beberapa hal, orang tua perlu sedikit tega dan membiarkan anak untuk mengeksplor kemampuannya. Dengan begitu, nantinya anak akan mampu menyelesaikan masalah tanpa bergantung dengan orang lain.

10. Tidak Mau Mendengarkan

Seringnya orang tua memang lebih mau didengar dari pada mendengarkan. Padahal dalam sebuah hubungan, keduanya merupakan kunci penting yang harus senantiasa dibangun. Sesekali tidak ada salahnya untuk mendengarkan anak. Baik untuk impian, atau sesederhana sebuah pilihan yang mereka inginkan.

 

Sumber: detiknet.my.id

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
INFORMASI KELULUSAN TAHUN PELAJARAN 2025/2026

Berdasarkan kebijakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, penetapan kelulusan peserta didik pada satuan pendidikan jenjang SMA/SMK Tahun Pelajar

03/05/2026 18:07 - Oleh RUDY S. MARPAUNG - Dilihat 891 kali
THE ADVENTURE OF RAMADHAN

KISARAN-Ramadan itu bukan bulan biasa. Ini bukan sekadar momen tahunan yang datang lalu pergi, bukan sekadar perubahan jam makan atau pindah jam tidur. Bukan juga sekadar “vibes r

19/02/2026 15:07 - Oleh RUDY S. MARPAUNG - Dilihat 3467 kali
UNDANGAN KULIAH RPL GURU NASIONAL 2026

LATAR BELAKANG Selama bertahun-tahun, guru di seluruh Indonesia telah mengabdikan diri dalam dunia pendidikan. Mereka mengajar, membimbing, menyusun perangkat pembelajaran, mengikuti p

05/02/2026 10:34 - Oleh RUDY S. MARPAUNG - Dilihat 114 kali
Download Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1447 H/2026 M se-Indonesia

KISARAN-Hadirnya bulan suci Ramadhan 1447 H tinggal menghitung hari. Berbagai persiapan digelar menyambut bulan yang penuh keberkahan ini. Suara Muhammadiyah menyediakan jadwal imsakiya

04/02/2026 22:00 - Oleh RUDY S. MARPAUNG - Dilihat 596 kali
Jejak Abadi: Pengaruh Seorang Guru yang Baik Tidak Akan Pernah Bisa Terhapuskan

KISARAN-Ada sebuah kutipan terkenal dari Henry Adams yang berbunyi: "Seorang guru memengaruhi keabadian; ia tidak pernah tahu di mana pengaruhnya berhenti." Kalimat ini bukan sekadar ra

29/01/2026 00:09 - Oleh RUDY S. MARPAUNG - Dilihat 3179 kali
Dari Roemah Miskin ke Gerakan Sosial: Sejarah Al-Ma’un Muhammadiyah

KISARAN-Tepat pada 13 Januari 1923, Muhammadiyah mendirikan Roemah Miskin (armen huis). Rumah Miskin ini merupakan gagasan bersejarah dari Kiai Sudja’ yang kala itu dibe

28/01/2026 23:04 - Oleh RUDY S. MARPAUNG - Dilihat 1369 kali
Integrasi Nilai-Nilai Isra Mikraj dalam Pendidikan Berkemajuan Muhammadiyah

Oleh :HAZLANYAH RAMELAN, M.Si.Kepala SMK Muhammadiyah 5 Kisaran. KISARAN-Peristiwa Isra Mikraj bukan sekadar perjalanan malam spiritual Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidi

15/01/2026 23:04 - Oleh RUDY S. MARPAUNG - Dilihat 3705 kali
Memaknai Pergantian Tahun: Refleksi dan Muhasabah dalam Bingkai Islam

Oleh :Hazlansyah Ramelan, M.Si.(Kepala SMK Muhammadiyah 5 Kisaran) Momen pergantian tahun seringkali identik dengan perayaan meriah, kembang api, dan hiruk-pikuk keramaian. Namun, bagi

31/12/2025 18:51 - Oleh RUDY S. MARPAUNG - Dilihat 2416 kali
Transformasi Pendidikan Vokasi: Seberapa Vital AI bagi Siswa SMK Bisnis dan Manajemen?

KISARAN-Di era Revolusi Industri 4.0 yang kini beranjak menuju 5.0, lanskap dunia kerja mengalami pergeseran seismik. Perubahan ini tidak hanya terjadi di sektor teknologi murni, tetapi

29/11/2025 23:31 - Oleh RUDY S. MARPAUNG - Dilihat 1920 kali
Di Balik Papan Tulis: Ode untuk Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

KISARAN-Setiap tanggal 25 November, lini masa media sosial kita mungkin dipenuhi dengan ucapan terima kasih, foto-foto nostalgia masa sekolah, dan lirik lagu Hymne Guru. Namun, di balik

25/11/2025 14:12 - Oleh RUDY S. MARPAUNG - Dilihat 2941 kali