Memaknai Pergantian Tahun: Refleksi dan Muhasabah dalam Bingkai Islam
Oleh :
Hazlansyah Ramelan, M.Si.
(Kepala SMK Muhammadiyah 5 Kisaran)
Momen pergantian tahun seringkali identik dengan perayaan meriah, kembang api, dan hiruk-pikuk keramaian. Namun, bagi seorang Muslim, pergantian waktu—baik itu tahun Hijriah maupun Masehi—sejatinya adalah pengingat akan berjalannya usia dan kesempatan untuk menata kembali tujuan hidup.
Dalam Islam, waktu adalah modal paling berharga yang diberikan Allah SWT. Sebagaimana Allah bersumpah dalam Al-Qur'an:
"Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran." (QS. Al-Ashr: 1-3)
Lantas, bagaimanakah seharusnya kita memaknai pergantian tahun ini agar bernilai ibadah dan tidak sekadar berlalu begitu saja?
1. Muhasabah (Evaluasi Diri)
Inti dari pergantian tahun adalah evaluasi. Umar bin Khattab ra. pernah berkata: "Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab, dan timbanglah diri kalian sebelum kalian ditimbang."
Akhir tahun adalah waktu yang tepat untuk "menghitung" kembali lembaran amal kita selama 12 bulan terakhir:
-
Sudahkah shalat kita terjaga dengan baik?
-
Berapa banyak Al-Qur'an yang telah kita baca?
-
Apakah harta yang kita kumpulkan dan belanjakan sudah halal?
-
Bagaimana hubungan kita dengan orang tua, pasangan, dan sesama?
Pergantian tahun bukanlah tentang meniup terompet, melainkan tentang merenungi dosa-dosa yang mungkin tak terasa menumpuk, lalu memperbanyak istighfar.
2. Mengingat Kematian (Dzikrul Maut)
Secara matematis, pergantian tahun berarti angka tahun bertambah (misalnya dari 2025 ke 2026). Namun, secara biologis dan spiritual, jatah umur kita di dunia sesungguhnya berkurang.
Setiap detik yang berlalu mendekatkan kita pada garis finis kehidupan (ajal). Memaknai tahun baru seharusnya melahirkan rasa urgensi—bahwa waktu kita semakin sedikit untuk mengumpulkan bekal menuju kampung akhirat yang kekal.
3. Menjauhi Tabdzir dan Tasyabbuh
Dalam merespons malam pergantian tahun, Islam mengajarkan kesederhanaan. Seorang Muslim sebaiknya menghindari perayaan yang bersifat hura-hura, pemborosan harta (tabdzir) untuk membeli petasan atau hal yang sia-sia, serta menghindari bercampur baur antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram (ikhtilat).
Rasulullah SAW mengingatkan kita untuk tidak menyerupai (tasyabbuh) kebiasaan kaum yang melakukan perayaan dengan kemaksiatan. Alih-alih turun ke jalan untuk berpesta pora, alangkah lebih baiknya jika waktu tersebut digunakan untuk berdiam diri di rumah, berkumpul dengan keluarga, membaca Al-Qur'an, atau beristirahat agar bisa bangun untuk shalat Tahajud.
4. Menyusun 'Azam (Tekad) dan Perencanaan
Islam adalah agama yang visioner. Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang hari ininya lebih baik dari hari kemarin, maka dia termasuk orang yang beruntung."
Tahun baru bisa dijadikan momentum administratif untuk memperbarui niat (tajdidun niat). Buatlah resolusi yang tidak hanya bersifat duniawi (karir, keuangan), tetapi juga ukhrawi:
-
Target khatam Al-Qur'an.
-
Target sedekah rutin.
-
Rencana menunaikan haji atau umrah.
-
Memperbaiki akhlak sehari-hari.
Kesimpulan
Pergantian tahun adalah "alarm" dari Allah bahwa waktu terus berjalan tanpa bisa diputar kembali. Mari kita sikapi momen ini bukan dengan pesta pora, melainkan dengan sujud syukur karena masih diberi napas, serta tekad kuat untuk menjadi pribadi yang lebih bertaqwa di hari esok.
Semoga tahun yang akan datang menjadi tahun di mana kita lebih dekat kepada Allah SWT dan lebih bermanfaat bagi sesama. Aamiin.
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
THE ADVENTURE OF RAMADHAN
KISARAN-Ramadan itu bukan bulan biasa. Ini bukan sekadar momen tahunan yang datang lalu pergi, bukan sekadar perubahan jam makan atau pindah jam tidur. Bukan juga sekadar “vibes r
UNDANGAN KULIAH RPL GURU NASIONAL 2026
LATAR BELAKANG Selama bertahun-tahun, guru di seluruh Indonesia telah mengabdikan diri dalam dunia pendidikan. Mereka mengajar, membimbing, menyusun perangkat pembelajaran, mengikuti p
Download Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1447 H/2026 M se-Indonesia
KISARAN-Hadirnya bulan suci Ramadhan 1447 H tinggal menghitung hari. Berbagai persiapan digelar menyambut bulan yang penuh keberkahan ini. Suara Muhammadiyah menyediakan jadwal imsakiya
Jejak Abadi: Pengaruh Seorang Guru yang Baik Tidak Akan Pernah Bisa Terhapuskan
KISARAN-Ada sebuah kutipan terkenal dari Henry Adams yang berbunyi: "Seorang guru memengaruhi keabadian; ia tidak pernah tahu di mana pengaruhnya berhenti." Kalimat ini bukan sekadar ra
Dari Roemah Miskin ke Gerakan Sosial: Sejarah Al-Ma’un Muhammadiyah
KISARAN-Tepat pada 13 Januari 1923, Muhammadiyah mendirikan Roemah Miskin (armen huis). Rumah Miskin ini merupakan gagasan bersejarah dari Kiai Sudja’ yang kala itu dibe
Integrasi Nilai-Nilai Isra Mikraj dalam Pendidikan Berkemajuan Muhammadiyah
Oleh :HAZLANYAH RAMELAN, M.Si.Kepala SMK Muhammadiyah 5 Kisaran. KISARAN-Peristiwa Isra Mikraj bukan sekadar perjalanan malam spiritual Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidi
Transformasi Pendidikan Vokasi: Seberapa Vital AI bagi Siswa SMK Bisnis dan Manajemen?
KISARAN-Di era Revolusi Industri 4.0 yang kini beranjak menuju 5.0, lanskap dunia kerja mengalami pergeseran seismik. Perubahan ini tidak hanya terjadi di sektor teknologi murni, tetapi
Di Balik Papan Tulis: Ode untuk Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
KISARAN-Setiap tanggal 25 November, lini masa media sosial kita mungkin dipenuhi dengan ucapan terima kasih, foto-foto nostalgia masa sekolah, dan lirik lagu Hymne Guru. Namun, di balik
Ketika Pak AR Berhasil “Memuhammadiyahkan” Warga NU Secara Massal
Di Yogyakarta, 14 Februari 1916, lahirlah seorang lelaki yang kelak dikenal sebagai maestro dakwah yang halus tapi nendang: Abdul Rozak (A.R.) Fachruddin. Putra pasangan K
Transformasi Pendidikan: Mengapa Artificial Intelligence (AI) Vital untuk Masa Depan Pembelajaran
KISARAN-Dunia pendidikan sedang berada di ambang revolusi besar. Jika dahulu teknologi pendidikan hanya sebatas penggunaan proyektor atau komputer di laboratorium, kini kita menghadapi

