Integrasi Nilai-Nilai Isra Mikraj dalam Pendidikan Berkemajuan Muhammadiyah
Oleh :
HAZLANYAH RAMELAN, M.Si.
Kepala SMK Muhammadiyah 5 Kisaran.
KISARAN-Peristiwa Isra Mikraj bukan sekadar perjalanan malam spiritual Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu menuju Sidratul Muntaha. Bagi Muhammadiyah, organisasi Islam yang berakar kuat pada pemurnian akidah dan pembaruan (tajdid), Isra Mikraj adalah momentum transformasi intelektual dan pembangunan karakter yang sangat relevan dengan dunia pendidikan.
1. Rasionalitas dan Keseimbangan Ilmu
Muhammadiyah memandang Isra Mikraj sebagai bukti bahwa iman dan akal tidaklah bertentangan. Dalam konteks pendidikan, Muhammadiyah menekankan bahwa ilmu agama dan ilmu umum (sains) adalah satu kesatuan yang tidak boleh dipisahkan (integrasi-interkoneksi).
Isra Mikraj yang melibatkan perjalanan menembus batas ruang dan waktu menjadi inspirasi bagi para pendidik dan siswa di lingkungan Muhammadiyah untuk terus mengeksplorasi sains dan teknologi. Pendidikan Muhammadiyah mengajarkan bahwa kemajuan teknologi harus didasari oleh kekuatan spiritual, sebagaimana Nabi Muhammad melakukan perjalanan fisik yang dahsyat namun tetap dalam bingkai ketaatan kepada Allah SWT.
2. Pendidikan Karakter melalui Intisari Salat
Hasil utama dari Isra Mikraj adalah perintah salat lima waktu. Bagi lembaga pendidikan Muhammadiyah, salat adalah instrumen utama dalam membentuk disiplin dan integritas siswa.
-
Kedisiplinan: Salat yang tepat waktu mengajarkan manajemen waktu yang ketat.
-
Kesetaraan: Dalam barisan salat (saf), tidak ada perbedaan antara kaya dan miskin, yang mencerminkan inklusivitas dalam sekolah-sekolah Muhammadiyah.
-
Etika dan Moral: Pesan "Salat mencegah perbuatan keji dan mungkar" diimplementasikan dalam kurikulum Ismuba (Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab) untuk menciptakan lulusan yang berakhlak mulia.
3. Transformasi dari Kegelapan Menuju Cahaya (Minadzulumati ilan Nuur)
Isra Mikraj melambangkan kenaikan tingkat (mikraj) dari bumi ke langit. Muhammadiyah menerjemahkan ini sebagai visi pendidikan untuk mengangkat derajat manusia dari kebodohan (jahiliyah) menuju cahaya ilmu pengetahuan.
Sekolah dan Perguruan Tinggi Muhammadiyah diarahkan untuk menjadi pusat "Mikraj Intelektual", di mana siswa didorong untuk tidak berhenti pada zona nyaman, melainkan terus bergerak maju mencapai prestasi tertinggi (berkemajuan).
4. Kepemimpinan dan Integritas
Setelah mengalami Isra Mikraj, Nabi Muhammad SAW menyampaikan kebenaran tersebut kepada kaum Quraisy meski mendapatkan penolakan dan ejekan. Hal ini menjadi teladan kepemimpinan dalam pendidikan Muhammadiyah:
-
Kejujuran Intelektual: Pendidik harus berani menyampaikan kebenaran ilmiah dan kebenaran wahyu secara objektif.
-
Keteguhan Prinsip: Siswa dididik untuk memiliki pendirian yang kuat di tengah arus globalisasi yang dinamis.
Kesimpulan
Bagi Muhammadiyah, memperingati Isra Mikraj di lingkungan pendidikan bukan sekadar seremonial belaka. Ia adalah refleksi untuk memperkuat fondasi tauhid, memacu literasi sains, dan memantapkan karakter disiplin melalui ibadah salat. Pendidikan Muhammadiyah berupaya mencetak individu yang kakinya berpijak di bumi (peka terhadap masalah sosial) namun pemikirannya melangit (visioner dan berkemajuan).
#HZ15012026
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
THE ADVENTURE OF RAMADHAN
KISARAN-Ramadan itu bukan bulan biasa. Ini bukan sekadar momen tahunan yang datang lalu pergi, bukan sekadar perubahan jam makan atau pindah jam tidur. Bukan juga sekadar “vibes r
UNDANGAN KULIAH RPL GURU NASIONAL 2026
LATAR BELAKANG Selama bertahun-tahun, guru di seluruh Indonesia telah mengabdikan diri dalam dunia pendidikan. Mereka mengajar, membimbing, menyusun perangkat pembelajaran, mengikuti p
Download Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1447 H/2026 M se-Indonesia
KISARAN-Hadirnya bulan suci Ramadhan 1447 H tinggal menghitung hari. Berbagai persiapan digelar menyambut bulan yang penuh keberkahan ini. Suara Muhammadiyah menyediakan jadwal imsakiya
Jejak Abadi: Pengaruh Seorang Guru yang Baik Tidak Akan Pernah Bisa Terhapuskan
KISARAN-Ada sebuah kutipan terkenal dari Henry Adams yang berbunyi: "Seorang guru memengaruhi keabadian; ia tidak pernah tahu di mana pengaruhnya berhenti." Kalimat ini bukan sekadar ra
Dari Roemah Miskin ke Gerakan Sosial: Sejarah Al-Ma’un Muhammadiyah
KISARAN-Tepat pada 13 Januari 1923, Muhammadiyah mendirikan Roemah Miskin (armen huis). Rumah Miskin ini merupakan gagasan bersejarah dari Kiai Sudja’ yang kala itu dibe
Memaknai Pergantian Tahun: Refleksi dan Muhasabah dalam Bingkai Islam
Oleh :Hazlansyah Ramelan, M.Si.(Kepala SMK Muhammadiyah 5 Kisaran) Momen pergantian tahun seringkali identik dengan perayaan meriah, kembang api, dan hiruk-pikuk keramaian. Namun, bagi
Transformasi Pendidikan Vokasi: Seberapa Vital AI bagi Siswa SMK Bisnis dan Manajemen?
KISARAN-Di era Revolusi Industri 4.0 yang kini beranjak menuju 5.0, lanskap dunia kerja mengalami pergeseran seismik. Perubahan ini tidak hanya terjadi di sektor teknologi murni, tetapi
Di Balik Papan Tulis: Ode untuk Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
KISARAN-Setiap tanggal 25 November, lini masa media sosial kita mungkin dipenuhi dengan ucapan terima kasih, foto-foto nostalgia masa sekolah, dan lirik lagu Hymne Guru. Namun, di balik
Ketika Pak AR Berhasil “Memuhammadiyahkan” Warga NU Secara Massal
Di Yogyakarta, 14 Februari 1916, lahirlah seorang lelaki yang kelak dikenal sebagai maestro dakwah yang halus tapi nendang: Abdul Rozak (A.R.) Fachruddin. Putra pasangan K
Transformasi Pendidikan: Mengapa Artificial Intelligence (AI) Vital untuk Masa Depan Pembelajaran
KISARAN-Dunia pendidikan sedang berada di ambang revolusi besar. Jika dahulu teknologi pendidikan hanya sebatas penggunaan proyektor atau komputer di laboratorium, kini kita menghadapi

