• SMK MUHAMMADIYAH 5 KISARAN
  • SMK Bisa-Hebat (Berilmu, Beriman, Berakhlak dan Beramal)

Bagaimana Nabi Muhammad SAW Menghadapi Berita Hoax?

Di zaman Rasulullah ada seorang sahabat bernama Harits bin Diror alQudai. Awalnya Harits seorang kafir, suatu saat dia bertemu dengan Rasulullah, didakwah oleh Nabi akhirnya Harits memeluk Islam.
 
Setelah berislam, Rasulullah meminta pada Harits untuk membayar zakat. Saat itu Harits belum bisa menyanggupi permintaan Nabi, lalu dia meminta diberi kesempatan bertemu dengan kaumnya dan mengajak mereka memeluk Islam kemudian mengumpulkan zakat lalu diserahkan kepada Rasulullah.

Rasulullah menyetujui permintaan Harits, lalu ditentukan waktunya. Singkat cerita, Harits kembali ke kamumnya dan mengajak mereka memeluk Islam lalu Harits mengumpulkan zakat.

Tibalah pada waktu yang disepakati, dibawakan zakat yang telah terkumpul itu untuk bertemu utusan Rasulullah di suatu tempat bernama Iban.

Setibanya Hartis di Iban, ia tidak bertemu utusan Rasulullah. Harits mengira bahwa Nabi marah padanya, lalu dia kembali ke kaumnya dalam keadaan sedih, namun dalam hatinya, dia yakin bahwa Rasulullah tidak mungkin mengingkari janji.

Untuk menghilangkan sakwasangka, maka Harits memutuskan untuk menyerahkan langsung zakat yang telah dikumpulkan itu ke Rasulullah yang saat itu berada di Madinah.

Ternyata Nabi sendiri telah mengutus seorang bernama Walid bin Ukbah untuk bertemu Harits di Iban, namun di tengah perjalanan, Walid khawatir akan keselamatan dirinya, dia takut akan dibunuh oleh Harits, akhirnya Walid memutuskan untuk tidak bertemu dengan Harits, namun dia mengarang cerita bahwa, dia bertemu dengan Harits dan Harits hendak membunuhnya.

Mendengar cerita Walid, Nabi tidak langsung mempercayainya. Nabi kembali mengutus seorang sahabat untuk bertemu dengan Harits dan mengajaknya bertemu langsung dengan Nabi di Madinah.

Ketika dihadapkan dengan Nabi, Harits dipertemukan dengan Walid, lalu Harits mengatakan bahwa dia tidak bertemu dengan Walid di Iban.

Atas kejadian ini Allah kemudian turunkan surat Al Hujurat ayat 6. Ayat ini merupakan peringatan bagi orang beriman agar hendaknya tabayun dulu terhadap informasi yang diterima.
 
Di zaman Nabi teknologi komunikasi belum secanggih sekarang, oleh sebab itu, setiap kabar yang disampaikan tidak langsung dipercaya oleh Nabi .
 
Dalam suasana sekarang, di era digital ini, banyak berita yang kita dapat, yang belum tentu kebenarannya. Jangan sampai berita yang kita sebarkan di medsos, malah menimbulkan fitnah.

Di momen bulan Ramadan yang penuh berkah ini, mari agar umat Islam harus menjaga lisan dari perkataan yang tidak baik.

Jangan melakukan tindakan yang bodoh, jangan sampai keteledoran kita, merugikan orang lain.

Puasa adalah pengendalian diri. Tidak hanya meninggalkan makan dan minum semata, tetapi juga menahan diri dari perbuatan yang tidak baik yang dilakukan oleh panca indra manusia.

Tetap bersemangat dalam menyongsong Ramadhan, agar usai dari Ramadhan, diampuni segala dosa-doasnya serta puasa yang telah dilakukan di bulan Ramadhan bisa menjadi tameng diri dari perbuatan tercela di luar Ramadhan nanti.


Sumber: Dari berbagai sumber.

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
THE ADVENTURE OF RAMADHAN

KISARAN-Ramadan itu bukan bulan biasa. Ini bukan sekadar momen tahunan yang datang lalu pergi, bukan sekadar perubahan jam makan atau pindah jam tidur. Bukan juga sekadar “vibes r

19/02/2026 15:07 - Oleh RUDY S. MARPAUNG - Dilihat 3426 kali
UNDANGAN KULIAH RPL GURU NASIONAL 2026

LATAR BELAKANG Selama bertahun-tahun, guru di seluruh Indonesia telah mengabdikan diri dalam dunia pendidikan. Mereka mengajar, membimbing, menyusun perangkat pembelajaran, mengikuti p

05/02/2026 10:34 - Oleh RUDY S. MARPAUNG - Dilihat 87 kali
Download Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1447 H/2026 M se-Indonesia

KISARAN-Hadirnya bulan suci Ramadhan 1447 H tinggal menghitung hari. Berbagai persiapan digelar menyambut bulan yang penuh keberkahan ini. Suara Muhammadiyah menyediakan jadwal imsakiya

04/02/2026 22:00 - Oleh RUDY S. MARPAUNG - Dilihat 486 kali
Jejak Abadi: Pengaruh Seorang Guru yang Baik Tidak Akan Pernah Bisa Terhapuskan

KISARAN-Ada sebuah kutipan terkenal dari Henry Adams yang berbunyi: "Seorang guru memengaruhi keabadian; ia tidak pernah tahu di mana pengaruhnya berhenti." Kalimat ini bukan sekadar ra

29/01/2026 00:09 - Oleh RUDY S. MARPAUNG - Dilihat 3155 kali
Dari Roemah Miskin ke Gerakan Sosial: Sejarah Al-Ma’un Muhammadiyah

KISARAN-Tepat pada 13 Januari 1923, Muhammadiyah mendirikan Roemah Miskin (armen huis). Rumah Miskin ini merupakan gagasan bersejarah dari Kiai Sudja’ yang kala itu dibe

28/01/2026 23:04 - Oleh RUDY S. MARPAUNG - Dilihat 1344 kali
Integrasi Nilai-Nilai Isra Mikraj dalam Pendidikan Berkemajuan Muhammadiyah

Oleh :HAZLANYAH RAMELAN, M.Si.Kepala SMK Muhammadiyah 5 Kisaran. KISARAN-Peristiwa Isra Mikraj bukan sekadar perjalanan malam spiritual Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidi

15/01/2026 23:04 - Oleh RUDY S. MARPAUNG - Dilihat 3678 kali
Memaknai Pergantian Tahun: Refleksi dan Muhasabah dalam Bingkai Islam

Oleh :Hazlansyah Ramelan, M.Si.(Kepala SMK Muhammadiyah 5 Kisaran) Momen pergantian tahun seringkali identik dengan perayaan meriah, kembang api, dan hiruk-pikuk keramaian. Namun, bagi

31/12/2025 18:51 - Oleh RUDY S. MARPAUNG - Dilihat 2396 kali
Transformasi Pendidikan Vokasi: Seberapa Vital AI bagi Siswa SMK Bisnis dan Manajemen?

KISARAN-Di era Revolusi Industri 4.0 yang kini beranjak menuju 5.0, lanskap dunia kerja mengalami pergeseran seismik. Perubahan ini tidak hanya terjadi di sektor teknologi murni, tetapi

29/11/2025 23:31 - Oleh RUDY S. MARPAUNG - Dilihat 1895 kali
Di Balik Papan Tulis: Ode untuk Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

KISARAN-Setiap tanggal 25 November, lini masa media sosial kita mungkin dipenuhi dengan ucapan terima kasih, foto-foto nostalgia masa sekolah, dan lirik lagu Hymne Guru. Namun, di balik

25/11/2025 14:12 - Oleh RUDY S. MARPAUNG - Dilihat 2914 kali
Ketika Pak AR Berhasil “Memuhammadiyahkan” Warga NU Secara Massal

  Di Yogyakarta, 14 Februari 1916, lahirlah seorang lelaki yang kelak dikenal sebagai maestro dakwah yang halus tapi nendang: Abdul Rozak (A.R.) Fachruddin. Putra pasangan K

22/11/2025 11:09 - Oleh RUDY S. MARPAUNG - Dilihat 623 kali