• SMK MUHAMMADIYAH 5 KISARAN
  • SMK Bisa-Hebat (Berilmu, Beriman, Berakhlak dan Beramal)

All Eyes on Rafah

Rafah. Sebuah kota bagian Selatan Gaza yang terletak persis di perbatasan Gaza dan Mesir tengah menjadi perhatian masyarakat dunia. Terlebih lagi setelah kampanye 'All Eyes on Rafah' kembali menggema di berbagai platform media sosial sejak 28 Mei 2024.

Pemicunya, tak lain dan tak bukan adalah arogansi pasuka Zionis di bawah kepempimpinan Netanyahu yang menyerang dengan membabi buta kamp pengungsian di Rafah. Seruan yang memiliki arti 'Semua Mata Tertuju ke Rafah' ini bukan sekedar pemanis gambar AI di tengah simpati terhadap muslim Palestina. Ini adalah seruan agar banyak orang memusatkan perhatian ke Rafah. Ada apa dengan Rafah?

Sebelum serangan Rafah dimulai, PBB mengatakan sebanyak 1,4 juta muslim Palestina, khususnya warga Gaza, berlindung di kota tersebut. Serangan Israel ke Rafah pertama kali terjadi pada Minggu (26/5) lalu.

Tentara Israel berdalih menargetkan Hamas di Rafah. Namun kenyataannya, tenda-tenda pengungsi terbakar. Pihak Palestina menyebut 50 orang tewas dan 249 orang luka-luka akibat serangan Israel saat itu. Sialnya, ternyata itu bukan serangan sekali. Ada serangan yang kedua kali.

Selasa (28/5) waktu setempat, Israel menyerang Rafah lagi. Otoritas Gaza melaporkan sedikitnya 21 orang tewas akibat agresi Zionis itu. Kemudian Kamis (30/5) lalu, Israel masih saja melanjutkan serangan mematikan di Rafah. Sadis!

Zionis si Raja Pongah

Serangan demi serangan yang membumihanguskan kamp pengungsian di Rafah oleh pasukan Israel akhir Mei lalu, terjadi hanya selang beberapa hari setelah Mahkamah Internasional (International Court of Justice/ICJ) memerintahkan Israel untuk menghentikan operasi militernya di Rafah.

Bukannya segera menarik pasukannya dan menghentikan serangan, pasukan zionis malah terus memborbardir Rafah di tengah kecaman mayarakat dunia dengan dalih untuk memerangi Hamas. Padahal yang terjadi justru aksi genosida alias pembersihan etnis terhadap saudara kita sesama muslim di Palestina makin meluas.

Ini menambah panjang daftar korban perang yang sudah lebih dari 35.800 warga Palestina tewas di Gaza, yang sebagian besar perempuan dan anak-anak, dan hampir 80.300 lainnya luka-luka akibat serangan Israel sejak Oktober 2024.

Meski mendapat kecaman, Israel berjanji akan melanjutkan perangnya. "Israel akan melanjutkan perang melawan Hamas dengan atau tanpa dukungan internasional," kata Mantan Menteri Luar Negeri Israel Eli Cohen.

Netanyahu juga mengatakan Israel akan bertahan. "Kami akan melanjutkannya hingga akhir. Tidak ada keraguan sama sekali. Saya mengatakan ini di tengah rasa sakit yang luar biasa, namun juga di tengah tekanan internasional. Tidak ada yang dapat menghentikan kami. Kami akan terus melaju hingga akhir, hingga meraih kemenangan, tidak kurang dari itu itu," katanya.

Pongahnya Zionis yang tak mengindahkan kecaman masyarakat dunia dan berbagai negara, bukan tanpa sebab. Karena kepiawaian lobi politik orang zionis sukses menempatkan mereka sebagai sekutu utama negara adidaya. Dua organisasi Zionis Yahudi yang sangat menentukan sikap politik luar negeri AS adalah JINSA (Jews Institute for National Security Affairs) dan CSP (Centre for Security Policy) yang dekat dengan CPD (Committee on The Present Danger).

Nggak heran kalo AS mati-matian membela kepentingan Israel. Apalagi AS punya hak veto sebagai anggota dewan keamanan di PBB. Jadi dengan seenaknya bisa mementahkan setiap resolusi PBB yang dianggap merugikan Israel.

Padahal dulu, Benjamin Franklin (mantan presiden AS), pernah ngingetin bahayanya Yahudi dalam konferensi penyusunan konstitusi Amerika pada tahun 1789 M: "Di sana ada bahaya besar yang mengancam Amerika. Bahaya itu adalah orang-orang Yahudi. Di bumi mana pun Yahudi itu berdiam, mereka selalu menurunkan tingkat moral kejujuran dalam dunia komersial. Mereka hidup mengisolasi diri, dan berusaha mencekik leher keuangan penduduk pribumi, seperti yang terjadi di Portugal dan Spanyol.

Aku ingatkan Anda sekalian. Kalau Anda tidak menyingkirkan orang Yahudi dari Amerika untuk selamanya, maka anak cucu dan cicit kalian akan memanggil-manggil nama kalian dari atas liang kubur kalian kelak.” (William G. Carr, ‘Yahudi Menggenggam Dunia’)

Jadi nggak usah heran bin bengong plus bete kalo perilaku Israel kian arogan. Karena dibelakangnya, ada AS yang menjadi sabuk pengaman Zionis. Makanya Israel juga dikenal sebagai Amerika kecil dan Amerika sebagai Israel besar. Jadi, waspadalah!

Inilah Satu-satunya Solusi Konflik Palestina

Nah pren, kebayang dong gimana potret dunia di masa depan kalo zionis sang teroris rasis super narsis itu terus dibiarkan merajalela. Masuk akal kalo masyarakat Eropa pernah mengusir bangsa Yahudi setelah mengetahui niat busuk mereka yang tertuang dalam protokol zionis. Allah swt juga ngingetin kita untuk waspada dengan orang Yahudi, terutama zionis. Firman-Nya:

“Dan mereka berbuat kerusakan di muka bumi dan Allah tidak menyukai orang-orang yang membuat kerusakan” (QS al-Maidah [5]: 64).

“Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik.” (QS al-Maidah [5]: 82).

Meski kampanye Eyes All on Rafah cukup efektif menarik perhatian masyarakat dunia, tapi itu nggak bisa mengusir Zionis Yahudi dari bumi Palestina sebagai solusi paling jitu. Begitu juga dengan solusi ajakan duduk bareng dalam satu meja perundingan seperti yang udah-udah. Cuman untuk meredam kecaman dunia aja. Soalnya bahasa yang dipahami oleh zionis cuman satu. Perang, bukan perjanjian gencatan senjata.

Untuk memerangi zionispun nggak bisa cuman ngandelin HAMAS, Hizbullah, atau pejuang Palestina. Lantaran Amerika sang adidaya yang jadi bekingnya nggak akan tinggal diam. Jadi mesti dilawan dengan kekuatan yang seimbang. Kekuatan yang menyatukan seluruh negeri-negeri Islam di seluruh dunia yang kini tengah terpecah-belah. Itulah kekuatan negara islam.

Seperti kekuatan yang ditunjukkan Rasul saw ketika memerangi Bani Qainuqa, Bani Nadhir, dan Bani Quraizhah. Tiga suku Yahudi yang mengkhianati perjanjian damai dengan umat Islam.

Makanya, kita jangan diam aja. Tunjukkan kepedulian kita pada Muslim Palestina meski cuman ikut ambil bagian memviralkan kampanye All Eye on Rafah dan sejenisnya. Atau turun ke jalan menyuarakan dukungan dan pembelaan terhadap muslim Palestina dan saudara kita di penjuru dunia lain yang tertindas oleh perilaku keji musuh-musuh Islam.

Jangan lupa, bekali diri kita dengan ilmu dan tsaqofah Islam sehingga paham kondisi umat Islam dan solusinya. Kelak, kitalah bagian dari pasukan dunia maya dan dunia nyata yang akan mengikis zionis sampe ke akar-akarnya dan melindungi umat dari musuh-musuh Islam seperti di Rafah dan Gaza. Birruh biddam nafdika ya Aqsha![]

Sumber: WAG Rahmad Taher

1 Komentar

All eyes on rafah bertujuan untuk meningkatkan kesadaran global tapi sebenarnya solusi yang tepat adalah kekuatan bersatu umat beragama islam

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
THE ADVENTURE OF RAMADHAN

KISARAN-Ramadan itu bukan bulan biasa. Ini bukan sekadar momen tahunan yang datang lalu pergi, bukan sekadar perubahan jam makan atau pindah jam tidur. Bukan juga sekadar “vibes r

19/02/2026 15:07 - Oleh RUDY S. MARPAUNG - Dilihat 3402 kali
UNDANGAN KULIAH RPL GURU NASIONAL 2026

LATAR BELAKANG Selama bertahun-tahun, guru di seluruh Indonesia telah mengabdikan diri dalam dunia pendidikan. Mereka mengajar, membimbing, menyusun perangkat pembelajaran, mengikuti p

05/02/2026 10:34 - Oleh RUDY S. MARPAUNG - Dilihat 73 kali
Download Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1447 H/2026 M se-Indonesia

KISARAN-Hadirnya bulan suci Ramadhan 1447 H tinggal menghitung hari. Berbagai persiapan digelar menyambut bulan yang penuh keberkahan ini. Suara Muhammadiyah menyediakan jadwal imsakiya

04/02/2026 22:00 - Oleh RUDY S. MARPAUNG - Dilihat 448 kali
Jejak Abadi: Pengaruh Seorang Guru yang Baik Tidak Akan Pernah Bisa Terhapuskan

KISARAN-Ada sebuah kutipan terkenal dari Henry Adams yang berbunyi: "Seorang guru memengaruhi keabadian; ia tidak pernah tahu di mana pengaruhnya berhenti." Kalimat ini bukan sekadar ra

29/01/2026 00:09 - Oleh RUDY S. MARPAUNG - Dilihat 3133 kali
Dari Roemah Miskin ke Gerakan Sosial: Sejarah Al-Ma’un Muhammadiyah

KISARAN-Tepat pada 13 Januari 1923, Muhammadiyah mendirikan Roemah Miskin (armen huis). Rumah Miskin ini merupakan gagasan bersejarah dari Kiai Sudja’ yang kala itu dibe

28/01/2026 23:04 - Oleh RUDY S. MARPAUNG - Dilihat 1325 kali
Integrasi Nilai-Nilai Isra Mikraj dalam Pendidikan Berkemajuan Muhammadiyah

Oleh :HAZLANYAH RAMELAN, M.Si.Kepala SMK Muhammadiyah 5 Kisaran. KISARAN-Peristiwa Isra Mikraj bukan sekadar perjalanan malam spiritual Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidi

15/01/2026 23:04 - Oleh RUDY S. MARPAUNG - Dilihat 3664 kali
Memaknai Pergantian Tahun: Refleksi dan Muhasabah dalam Bingkai Islam

Oleh :Hazlansyah Ramelan, M.Si.(Kepala SMK Muhammadiyah 5 Kisaran) Momen pergantian tahun seringkali identik dengan perayaan meriah, kembang api, dan hiruk-pikuk keramaian. Namun, bagi

31/12/2025 18:51 - Oleh RUDY S. MARPAUNG - Dilihat 2387 kali
Transformasi Pendidikan Vokasi: Seberapa Vital AI bagi Siswa SMK Bisnis dan Manajemen?

KISARAN-Di era Revolusi Industri 4.0 yang kini beranjak menuju 5.0, lanskap dunia kerja mengalami pergeseran seismik. Perubahan ini tidak hanya terjadi di sektor teknologi murni, tetapi

29/11/2025 23:31 - Oleh RUDY S. MARPAUNG - Dilihat 1885 kali
Di Balik Papan Tulis: Ode untuk Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

KISARAN-Setiap tanggal 25 November, lini masa media sosial kita mungkin dipenuhi dengan ucapan terima kasih, foto-foto nostalgia masa sekolah, dan lirik lagu Hymne Guru. Namun, di balik

25/11/2025 14:12 - Oleh RUDY S. MARPAUNG - Dilihat 2897 kali
Ketika Pak AR Berhasil “Memuhammadiyahkan” Warga NU Secara Massal

  Di Yogyakarta, 14 Februari 1916, lahirlah seorang lelaki yang kelak dikenal sebagai maestro dakwah yang halus tapi nendang: Abdul Rozak (A.R.) Fachruddin. Putra pasangan K

22/11/2025 11:09 - Oleh RUDY S. MARPAUNG - Dilihat 618 kali