• SMK MUHAMMADIYAH 5 KISARAN
  • SMK Bisa-Hebat (Berilmu, Beriman, Berakhlak dan Beramal)

Emang Boleh Sebangga Itu Sebagai Muslim?

Sudah lebih dari 210 hari sejak badai al-Aqsha mengguncang Palestina. Aksi genocida yang dilakukan Zionis Yauhid laknatullah pun telah memakan korban lebih dari 30 ribu jiwa. Otoritas Kesehatan Gaza, Sabtu (18/5/2024) melaporkan korban tewas akibat serangan Israel yang tak kunjung berhenti kini mencapai 35.386 jiwa. Sementara itu, korban yang mengalami luka-luka meningkat menjadi 79.366 orang sejak konflik Entitas Yahudi-Hamas pecah pada 7 Oktober 2023 lalu. Ngeri!

Meski suasana di Gaza tidak baik-baik saja, sebagian besar penduduknya enggan mengungsi ke tempat lain. Bagi mereka, nggak ada ceritanya tamu tak diundang dan tak tau diri, mengusir mereka dari rumahnya. Yang bener aja, rugi dong!
Warga Palestina, terutama di Gaza, bangga sebgai seorang muslim. Sehingga tetap bertahan memperjuangkan negerinya yang mulia dan berjuang mengusir penjajah zionis hingga titik darah penghabisan. Hidup mulia atau mati syahid. No compromize!

Belajar dari Mualaf Suku Ghifar
Adalah Abu Dzar Al-Ghifari r.a. beliau hidup bersama suku Ghifar yang tinggal di lembah Waddan, sebuah area penting yang terletak antara Mekkah dan Syam, dan merupakan jalur perlintasan kafilah dagang yang strategis.

Ketika berita pengangkatan Muhammad sebagai Rasul sampai kepada Abu Dzar, dia berkata kepada adiknya, Unais; "Berangkatlah kamu menuju lembah (Mekkah) itu, dan kabarkan kepadaku tentang laki-laki yang mengaku sebagai Nabi yang membawa berita dari langit, dengarkanlah ucapannya kemudian kembalilah kepadaku". Maka saudaranya berangkat hingga sampai di Mekkah dan mendengarkan apa yang diucapkan laki-laki yang dimaksud (Nabi). Setelah beberapa lama, Unais pun kembali kepada Abu Dzar, dan berkata; "Aku melihatnya mengajak kepada keluhuran perilaku dan ucapan yang bukan sya'ir". Abu Dzar berkata; "Kamu belum bisa memuaskan apa yang aku cari". Maka Abu Dzar berkemas menyiapkan bekal perjalanan.

Abu Dzar pun tiba di Mekkah, dan mencari orang yang paling lemah di antara mereka, lalu ia bertanya, "Di manakah orang yang kamu katakan sebagai pembawa agama (Rasulullah SAW) itu?" mendengar perkataan Abu Dzar, maka penduduk Mekkah itu langsung memukuli dan melemparinya dengan batu dan tulang sehingga Abu Dzar jatuh pingsan. Ketika terbangun, Abu Dzar mendapati dirinya mengeluarkan banyak darah. Abu Dzar tidak bertanya lagi melainkan hanya mencuri dengar tentang Rasulullah.

Abu Dzar duduk seharian di ka’bah, namun tak jua melihat Nabi Muhammad SAW. Hingga beliau bertemu dengan Ali bin Abi Thalib dan membawanya kepada Rasulullah. Abu Dzar bertemu Rasulullah SAW dan mengucapkan salam kepadanya dengan salam Islam, "As-Salamu `alaika, ya Rasulallah!'" Beliau menjawab, "Wa `alaika wa rahmatullah." Kemudian Rasulullah bertanya, "darimana Anda berasal?" Abu Dzar menjawab, "Dari Ghifar."

Rasulullah SAW pun merasa kagum karena telah difahami bahwa daerah suku Ghifar itu sangat jauh jaraknya dengan Mekkah. Rasulullah mengangkat kepalanya seraya bertanya, "Sejak kapan kamu berada di sini?" Abu Dzar menjawab, "Sejak 30 hari 30 malam yang lalu." Beliau bertanya, "Siapa yang memberimu makan?" Abu Dzar menjawab, "Aku tidak pernah memakan makanan kecuali air Zam-zam. Aku menjadi gemuk sehingga lekukan perutku hilang, dan aku tidak pernah lemah karena kelaparan." Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Air Zam-zam itu memberikan keberkahan. Ia adalah makanan yang mengenyangkan".

Kemudian Abu Dzar mendengarkan penjelasan Rasulullah SAW, hingga ia langsung masuk Islam seketika itu juga. Nabi Muhammad SAW berkata kepada Abu Dzar: "Pulanglah ke kaummu dan sampaikanlah ajaran Islam kepada mereka hingga kamu mendapatkan kemenangan agama Islam." Abu Dzar berkata; "Demi Allah yang menguasai diriku, sungguh akan aku sampaikan Islam kepada mereka dengan sejelas mungkin."

Kemudian Abu Dzar keluar dari rumah Rasulullah SAW pergi menuju Masjid al Haram. Sesampainya di sana ia berseru dengan sekuat tenaganya mengucapkan; "Aku bersaksi bahwasanya tiada sesembahan yang hak selain Allah semata dan aku bersaksi bahwasanya Muhammad itu adalah utusan Allah." Mendengar seruan itu, maka para penduduk kota Mekkah terkejut dan saling berdatangan ke tempat sumber suara tersebut. Setelah mengetahui bahwa yang mengumandangkan suara itu adalah orang asing dan bukan penduduk Mekkah, maka mereka pun langsung memukulinya hingga ia terjatuh.

Tak lama kemudian Abbas bin Abdul Muththalib datang melindunginya seraya berkata; "Celaka kalian ini! Tidak tahukah kalian bahwa orang yang kalian pukuli itu adalah dari suku Ghifar? Dan tidak sadarkah kalian bahwa jalur perdagangan kalian ke negeri Syam pasti akan melalui wilayah suku Ghifar?" Lalu Abbas pun langsung menyelamatkan Abu Dzar dari amukan orang-orang Quraisy. Keesokan harinya Abu Dzar tetap melakukan perbuatan seperti itu, hingga orang-orang Quraisyy Mekkah berdatangan untuk memukulinya.

Kemudian Abbas pun datang untuk melindungi dan menyelamatkannya dari amukan mereka.
Abu Dzar kembali ke suku Ghifar dan mengabarkan kepada Unais dan sang Ibu bahwa ia telah masuk Islam dan beriman, maka Unais dan Ibunya berkata, "Aku tidak membenci agamamu. Sebab aku sudah masuk Islam dan beriman". Kemudian mereka berangkat hingga datang pada kaumnya, Ghifar. Maka, sebagian dari suku Ghifar masuk Islam. Sementara separuh dari suku Ghifar lainnya mengatakan, "Jika kelak Rasulullah telah sampai di Madinah, maka kami akan masuk Islam." Setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tiba di Madinah, separuh dari suku Ghifar yang tersisa masuk ke dalam Islam. Maa Syaa Allaah!

Bangga Karena Allah
Kebanggaan sebagai muslim bukan berarti besar kepala, sombong bin angkuh meremehkan umat lain. Tapi bagian dari ajaran Islam sebagaimana dicontohkan para Sahabat Nabi saw.
Suatu ketika Salman Al-Farisi radhiyallahu anhu ditanya, ”Keturunan siapa Kamu ?” Salman yang membanggakan keislamannya, tidak mengatakan dirinya keturunan Persia, tapi ia mengatakan dengan lantang, ”Saya putera Islam.” inilah sebabnya Rasulullah saw mendeklarasikan bahwa, ”Salman adalah bagian dari keluarga kami, bagian dari keluarga Muhammad saw.”

Mereka yang baru memeluk Islam begitu bersemangat mendakwahkan sekaligus menunjukkan identitas kemusliman mereka. Mereka tak sungkan menampakkan kepada khalayak, meski taruhannya adalah nyawa. Seperti kisah Abu Dzar di atas.
Semoga kita juga bangga jadi seorang muslim demi mencuri perhatian Allah swt. Karena inilah rahasia kemuliaan, kejayaan, dan kemenangan umat Islam. Jangan minder nunjukkin identitas keislaman kita mulai dari cara berpakaian, berperilaku keseharian, hingga aktif dakwah menyeru pada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Kuy![]

WAG Rahmad Taher

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
INFORMASI KELULUSAN TAHUN PELAJARAN 2025/2026

Berdasarkan kebijakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, penetapan kelulusan peserta didik pada satuan pendidikan jenjang SMA/SMK Tahun Pelajar

03/05/2026 18:07 - Oleh RUDY S. MARPAUNG - Dilihat 850 kali
THE ADVENTURE OF RAMADHAN

KISARAN-Ramadan itu bukan bulan biasa. Ini bukan sekadar momen tahunan yang datang lalu pergi, bukan sekadar perubahan jam makan atau pindah jam tidur. Bukan juga sekadar “vibes r

19/02/2026 15:07 - Oleh RUDY S. MARPAUNG - Dilihat 3442 kali
UNDANGAN KULIAH RPL GURU NASIONAL 2026

LATAR BELAKANG Selama bertahun-tahun, guru di seluruh Indonesia telah mengabdikan diri dalam dunia pendidikan. Mereka mengajar, membimbing, menyusun perangkat pembelajaran, mengikuti p

05/02/2026 10:34 - Oleh RUDY S. MARPAUNG - Dilihat 101 kali
Download Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1447 H/2026 M se-Indonesia

KISARAN-Hadirnya bulan suci Ramadhan 1447 H tinggal menghitung hari. Berbagai persiapan digelar menyambut bulan yang penuh keberkahan ini. Suara Muhammadiyah menyediakan jadwal imsakiya

04/02/2026 22:00 - Oleh RUDY S. MARPAUNG - Dilihat 540 kali
Jejak Abadi: Pengaruh Seorang Guru yang Baik Tidak Akan Pernah Bisa Terhapuskan

KISARAN-Ada sebuah kutipan terkenal dari Henry Adams yang berbunyi: "Seorang guru memengaruhi keabadian; ia tidak pernah tahu di mana pengaruhnya berhenti." Kalimat ini bukan sekadar ra

29/01/2026 00:09 - Oleh RUDY S. MARPAUNG - Dilihat 3169 kali
Dari Roemah Miskin ke Gerakan Sosial: Sejarah Al-Ma’un Muhammadiyah

KISARAN-Tepat pada 13 Januari 1923, Muhammadiyah mendirikan Roemah Miskin (armen huis). Rumah Miskin ini merupakan gagasan bersejarah dari Kiai Sudja’ yang kala itu dibe

28/01/2026 23:04 - Oleh RUDY S. MARPAUNG - Dilihat 1356 kali
Integrasi Nilai-Nilai Isra Mikraj dalam Pendidikan Berkemajuan Muhammadiyah

Oleh :HAZLANYAH RAMELAN, M.Si.Kepala SMK Muhammadiyah 5 Kisaran. KISARAN-Peristiwa Isra Mikraj bukan sekadar perjalanan malam spiritual Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidi

15/01/2026 23:04 - Oleh RUDY S. MARPAUNG - Dilihat 3696 kali
Memaknai Pergantian Tahun: Refleksi dan Muhasabah dalam Bingkai Islam

Oleh :Hazlansyah Ramelan, M.Si.(Kepala SMK Muhammadiyah 5 Kisaran) Momen pergantian tahun seringkali identik dengan perayaan meriah, kembang api, dan hiruk-pikuk keramaian. Namun, bagi

31/12/2025 18:51 - Oleh RUDY S. MARPAUNG - Dilihat 2406 kali
Transformasi Pendidikan Vokasi: Seberapa Vital AI bagi Siswa SMK Bisnis dan Manajemen?

KISARAN-Di era Revolusi Industri 4.0 yang kini beranjak menuju 5.0, lanskap dunia kerja mengalami pergeseran seismik. Perubahan ini tidak hanya terjadi di sektor teknologi murni, tetapi

29/11/2025 23:31 - Oleh RUDY S. MARPAUNG - Dilihat 1910 kali
Di Balik Papan Tulis: Ode untuk Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

KISARAN-Setiap tanggal 25 November, lini masa media sosial kita mungkin dipenuhi dengan ucapan terima kasih, foto-foto nostalgia masa sekolah, dan lirik lagu Hymne Guru. Namun, di balik

25/11/2025 14:12 - Oleh RUDY S. MARPAUNG - Dilihat 2930 kali