• SMK MUHAMMADIYAH 5 KISARAN
  • SMK Bisa-Hebat (Berilmu, Beriman, Berakhlak dan Beramal)

Mengapa Kita Perlu Menghormati Orang Berpuasa?

Dalam kisah yang terdapat pada Durratun Nashihin, disampaikan tentang seorang Majusi, atau penyembah api, yang memiliki penghormatan besar terhadap kaum Muslim. Suatu hari, dia menemukan anaknya sedang makan di tengah pasar ketika umat Muslim menjalankan puasa Ramadan. Lelaki ini marah dan memukul anaknya, menegur bahwa anaknya seharusnya menghormati orang-orang Islam yang sedang berpuasa.

Setelah mendapat peringatan keras dari ayahnya, anak tersebut tidak berani lagi makan di tempat terbuka selama bulan Ramadan. Tak lama setelah insiden tersebut, sang Majusi meninggal dunia. Pada malam harinya, seorang ulama di kampung halamannya bermimpi bertemu dengan dia. Ulama tersebut melihat bahwa sang Majusi berada di dalam surga.

Terkagum-kagum, ulama itu bertanya kepada sang Majusi, "Mengapa engkau masuk surga? Bukankah engkau seorang Majusi?". Majusi tersebut menjawab dengan tegas, "Ya, betul. Hanya saja, saat tiba waktunya untuk meninggal, aku mendengar suara di atas diriku: 'Wahai para malaikat-Ku, jangan kalian biarkan orang ini mati sebagai Majusi. Muliakanlah dia dengan Islam karena telah menghormati bulan Ramadan'."

Dari cerita ini, terlihat bahwa sang Majusi mendapat hidayah dari Allah SWT sebelum meninggal dunia sehingga dia meninggal dalam keadaan telah ber-Islam. Penghormatan terhadap bulan Ramadan membawa kemuliaan di akhirat bagi siapa pun yang melakukannya, bahkan bagi mereka yang sebelumnya berada dalam kekafiran.

Jika seorang Majusi saja bisa mendapatkan anugerah sebesar ini, bagaimana pula dengan orang-orang beriman yang hatinya sangat merindukan kedatangan bulan Ramadan? Keutamaan yang didapatnya niscaya akan lebih besar. Pertanyaannya, senangkah kita dengan hadirnya bulan Ramadan?

Keberadaan bulan Ramadan adalah anugerah besar bagi umat Muslim, seperti yang terlihat dalam kisah tentang sang Majusi. Namun, bagi mereka yang memiliki keimanan yang kuat dan hati yang hidup, kehadiran bulan Ramadan merupakan suatu kesenangan yang tiada tara, dan merupakan jalan utama untuk menjadi mukmin sejati sepanjang masa.

Pada bulan Ramadan, Allah SWT membuka pintu-pintu rahmat-Nya dengan lebar. Orang-orang yang merindukan dan bersuka cita dengan kedatangan bulan Ramadan menunjukkan tanda keimanan yang dalam. Rasulullah bahkan menyatakan bahwa orang yang merasa senang dengan kebaikan dan merasa susah dengan keburukan adalah orang beriman.

Merasa senang dengan kehadiran bulan Ramadan bukan hanya sekadar ekspresi rasa syukur, tetapi juga merupakan bagian dari persiapan untuk menerima dan melaksanakan ibadah dengan sungguh-sungguh. Kesadaran akan pentingnya bulan Ramadan dalam meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT menjadi salah satu faktor utama dalam menambah kebahagiaan ini.

Jadi, senangkah kita dengan kehadiran bulan Ramadan?

Jika kita merasa senang dan penuh antusiasme, itu menunjukkan bahwa hati kita hidup dan penuh keimanan. Semoga kita semua dapat memanfaatkan bulan Ramadan dengan baik dan mendapatkan berkah yang besar dari-Nya.

Bukanlah hal yang diinginkan jika seseorang tidak merasa senang dengan kehadiran bulan Ramadan. Hal ini bisa menjadi pertanda bahwa hatinya tengah bermasalah atau belum siap menerima berkah yang besar dari bulan Ramadan.

 

Orang yang tidak merasa senang dengan kedatangan bulan Ramadan cenderung tidak akan sungguh-sungguh dalam menjalani ibadah di bulan tersebut. Mereka mungkin hanya menganggap bulan Ramadan sebagai bulan biasa, tanpa memperhatikan keistimewaannya. Dalam akibatnya, ibadah Ramadan bagi mereka hanya menjadi sebuah rutinitas tahunan yang memberatkan, tanpa mendapatkan manfaat spiritual yang seharusnya.

Namun demikian, jika seseorang, meskipun belum begitu mengerti tentang ajaran Islam, namun merasa bahagia dengan kedatangan bulan Ramadan, hal itu bisa menjadi jalan bagi diterimanya amalan-amalan ibadahnya di sisi Allah SWT.

Dalam Islam, ibadah hati, seperti rasa cinta kepada ketaatan, juga memiliki nilai yang sangat besar. Hal ini dapat memperindah dan melipatgandakan pahala dari ibadah fisik. Oleh karena itu, merasa bahagia dan senang dengan kehadiran bulan Ramadan adalah awal yang baik untuk mendapatkan manfaat spiritual yang besar dari bulan yang mulia ini.

Dengan menyadari keistimewaan bulan Ramadan dan merasa bahagia dengan kedatangannya, kita dapat memperkuat ikatan spiritual dengan Allah SWT dan meraih berkah yang melimpah. Semoga kita semua bisa menjalani bulan Ramadan dengan penuh kesadaran dan kebahagiaan yang tulus.

 

Sumber: Merza Gamal

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
UNDANGAN KULIAH RPL GURU NASIONAL 2026

LATAR BELAKANG Selama bertahun-tahun, guru di seluruh Indonesia telah mengabdikan diri dalam dunia pendidikan. Mereka mengajar, membimbing, menyusun perangkat pembelajaran, mengikuti p

05/02/2026 10:34 - Oleh RUDY S. MARPAUNG - Dilihat 14 kali
Download Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1447 H/2026 M se-Indonesia

KISARAN-Hadirnya bulan suci Ramadhan 1447 H tinggal menghitung hari. Berbagai persiapan digelar menyambut bulan yang penuh keberkahan ini. Suara Muhammadiyah menyediakan jadwal imsakiya

04/02/2026 22:00 - Oleh RUDY S. MARPAUNG - Dilihat 173 kali
Jejak Abadi: Pengaruh Seorang Guru yang Baik Tidak Akan Pernah Bisa Terhapuskan

KISARAN-Ada sebuah kutipan terkenal dari Henry Adams yang berbunyi: "Seorang guru memengaruhi keabadian; ia tidak pernah tahu di mana pengaruhnya berhenti." Kalimat ini bukan sekadar ra

29/01/2026 00:09 - Oleh RUDY S. MARPAUNG - Dilihat 579 kali
Dari Roemah Miskin ke Gerakan Sosial: Sejarah Al-Ma’un Muhammadiyah

KISARAN-Tepat pada 13 Januari 1923, Muhammadiyah mendirikan Roemah Miskin (armen huis). Rumah Miskin ini merupakan gagasan bersejarah dari Kiai Sudja’ yang kala itu dibe

28/01/2026 23:04 - Oleh RUDY S. MARPAUNG - Dilihat 1178 kali
Integrasi Nilai-Nilai Isra Mikraj dalam Pendidikan Berkemajuan Muhammadiyah

Oleh :HAZLANYAH RAMELAN, M.Si.Kepala SMK Muhammadiyah 5 Kisaran. KISARAN-Peristiwa Isra Mikraj bukan sekadar perjalanan malam spiritual Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidi

15/01/2026 23:04 - Oleh RUDY S. MARPAUNG - Dilihat 3586 kali
Memaknai Pergantian Tahun: Refleksi dan Muhasabah dalam Bingkai Islam

Oleh :Hazlansyah Ramelan, M.Si.(Kepala SMK Muhammadiyah 5 Kisaran) Momen pergantian tahun seringkali identik dengan perayaan meriah, kembang api, dan hiruk-pikuk keramaian. Namun, bagi

31/12/2025 18:51 - Oleh RUDY S. MARPAUNG - Dilihat 2257 kali
Transformasi Pendidikan Vokasi: Seberapa Vital AI bagi Siswa SMK Bisnis dan Manajemen?

KISARAN-Di era Revolusi Industri 4.0 yang kini beranjak menuju 5.0, lanskap dunia kerja mengalami pergeseran seismik. Perubahan ini tidak hanya terjadi di sektor teknologi murni, tetapi

29/11/2025 23:31 - Oleh RUDY S. MARPAUNG - Dilihat 1781 kali
Di Balik Papan Tulis: Ode untuk Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

KISARAN-Setiap tanggal 25 November, lini masa media sosial kita mungkin dipenuhi dengan ucapan terima kasih, foto-foto nostalgia masa sekolah, dan lirik lagu Hymne Guru. Namun, di balik

25/11/2025 14:12 - Oleh RUDY S. MARPAUNG - Dilihat 2791 kali
Ketika Pak AR Berhasil “Memuhammadiyahkan” Warga NU Secara Massal

  Di Yogyakarta, 14 Februari 1916, lahirlah seorang lelaki yang kelak dikenal sebagai maestro dakwah yang halus tapi nendang: Abdul Rozak (A.R.) Fachruddin. Putra pasangan K

22/11/2025 11:09 - Oleh RUDY S. MARPAUNG - Dilihat 535 kali
Transformasi Pendidikan: Mengapa Artificial Intelligence (AI) Vital untuk Masa Depan Pembelajaran

KISARAN-Dunia pendidikan sedang berada di ambang revolusi besar. Jika dahulu teknologi pendidikan hanya sebatas penggunaan proyektor atau komputer di laboratorium, kini kita menghadapi

21/11/2025 19:25 - Oleh RUDY S. MARPAUNG - Dilihat 1326 kali