• SMK MUHAMMADIYAH 5 KISARAN
  • SMK Bisa-Hebat (Berilmu, Beriman, Berakhlak dan Beramal)

Hari Guru Nasional 2023 : Sejarah, Tema, Serta Cara Memperingatinya

Hari Guru Nasional diperingati setiap tahunnya pada tanggal 25 November untuk menghormati jasa-jasa guru dan mengenang berdirinya Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) pada tahun 1945. Pada tahun 2023, tema yang diangkat untuk peringatan Hari Guru Nasional adalah “Bergerak Bersama Rayakan Merdeka Belajar”. Tema ini mengajak seluruh insan pendidikan untuk bergerak bersama dalam merayakan kemerdekaan belajar dan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Peringatan Hari Guru Nasional dapat diperingati dengan berbagai cara, baik secara online maupun offline. Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain mengirimkan ucapan terima kasih kepada guru, memberikan hadiah atau penghargaan kepada guru, mengikuti acara peringatan Hari Guru Nasional yang diselenggarakan oleh instansi pendidikan, dan lain sebagainya.

Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) juga mengadakan berbagai kegiatan seperti seminar, workshop, dan pelatihan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Dengan memperingati Hari Guru Nasional, diharapkan dapat meningkatkan apresiasi dan penghargaan terhadap para guru yang telah berjuang dan berdedikasi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Sejarah Hari Guru Nasional

Hari Guru Nasional diperingati setiap tanggal 25 November. Hari ini tepatnya tanggal 25 November diperingati sebagai Hari Guru Nasional. Peringatan Hari Guru Nasional dibuat untuk mengapresiasi kerja keras para guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Hari Guru Nasional ditetapkan berdasarkan keputusan presiden pada tahun 1994.

Berdasarkan Keppres Nomor 78 Tahun 1994 dan juga UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen, 25 November dipilih sebagai Hari Guru Nasional dan diperingati bersamaan dengan berdirinya Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Awalnya persatuan guru Indonesia bernama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) dan didirikan pada tahun 1912. Dua bulan setelah kemerdekaan Indonesia, yaitu pada 24-25 November 1945, Hari Guru mulai digaungkan. Saat itu, para guru membentuk kongres guru untuk mendukung kemerdekaan Indonesia di kota Surakarta.

Sejarah Hari Guru Nasional berawal pada tahun 1945. Pada waktu itu, terbentuklah Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) setelah sebelumnya terdapat Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) yang didirikan pada tahun 1912. Hari Guru Nasional ditetapkan berdasarkan keputusan presiden pada tahun 1994, tepatnya berdasarkan Keppres Nomor 78 Tahun 1994 dan UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen. Tujuan penetapan Hari Guru Nasional adalah untuk mengapresiasi jasa dan perjuangan para guru yang telah bekerja keras memperjuangkan pendidikan di Indonesia.

Tema dan Logo Hari Guru Nasional 2023

Berdasarkan Surat Edaran (SE) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) Nomor 36927/MPK.A/TU.02.03/2023, tema Hari Guru Nasional 2023 adalah “Bergerak Bersama Rayakan Merdeka Belajar”.

Logo Hari Guru Nasional 2023 juga sudah diluncurkan oleh Kemdikbudristek beserta makna filosofinya. Logo tersebut memuat elemen-elemen desain yang terdiri dari figur Pak Guru, Ibu Guru, serta siswa-siswi yang tampak dinamis dan ceria dalam menjalankan pembelajaran. Pemanfaatan teknologi juga digambarkan dengan simbol-simbol Wifi, laptop, handphone, serta aplikasi zoom yang memiliki relevansi kuat sebagai alat penunjang kegiatan belajar mengajar.

Sementara bentuk hati menggambarkan seluruh komponen pendidikan mulai dari guru, peserta didik hingga orang tua yang bersinergi menciptakan semangat belajar merdeka dan penuh cinta guna memberikan hasil yang terbaik untuk dunia pendidikan di Indonesia. Logo Hari Guru Nasional 2023 dapat diunduh di situs Kemdikbudristek.

Cara Memperingati Hari Guru Nasional

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memperingati Hari Guru Nasional, di antaranya:

  1. Memberikan kartu ucapan pada guru sebagai bentuk apresiasi dan terima kasih atas jasa-jasanya.
  2. Mendekorasi kelas dan memberikan kejutan kepada para guru sebagai bentuk penghargaan.
  3. Memberikan hadiah spesial untuk guru, seperti tas, sepatu, jam, atau aksesoris lainnya yang dapat menunjang penampilan mereka saat mengajar.
  4. Mengucapkan terima kasih kepada para guru secara langsung atau melalui surat ucapan.
  5. Membuat kejutan atau acara menarik untuk para guru, seperti bernyanyi atau membuat video ucapan terima kasih.
  6. Menunjukkan sikap yang baik pada guru, seperti mendengarkan saat guru memberikan materi di kelas, mengerjakan tugas dengan sebaik mungkin, dan tidak melawan pada guru.

Namun, cara terbaik untuk memperingati Hari Guru Nasional adalah dengan menunjukkan sikap yang baik pada guru setiap hari, bukan hanya pada saat peringatan Hari Guru Nasional saja.

 

Sumber: umsu.ac.id

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
THE ADVENTURE OF RAMADHAN

KISARAN-Ramadan itu bukan bulan biasa. Ini bukan sekadar momen tahunan yang datang lalu pergi, bukan sekadar perubahan jam makan atau pindah jam tidur. Bukan juga sekadar “vibes r

19/02/2026 15:07 - Oleh RUDY S. MARPAUNG - Dilihat 3426 kali
UNDANGAN KULIAH RPL GURU NASIONAL 2026

LATAR BELAKANG Selama bertahun-tahun, guru di seluruh Indonesia telah mengabdikan diri dalam dunia pendidikan. Mereka mengajar, membimbing, menyusun perangkat pembelajaran, mengikuti p

05/02/2026 10:34 - Oleh RUDY S. MARPAUNG - Dilihat 87 kali
Download Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1447 H/2026 M se-Indonesia

KISARAN-Hadirnya bulan suci Ramadhan 1447 H tinggal menghitung hari. Berbagai persiapan digelar menyambut bulan yang penuh keberkahan ini. Suara Muhammadiyah menyediakan jadwal imsakiya

04/02/2026 22:00 - Oleh RUDY S. MARPAUNG - Dilihat 481 kali
Jejak Abadi: Pengaruh Seorang Guru yang Baik Tidak Akan Pernah Bisa Terhapuskan

KISARAN-Ada sebuah kutipan terkenal dari Henry Adams yang berbunyi: "Seorang guru memengaruhi keabadian; ia tidak pernah tahu di mana pengaruhnya berhenti." Kalimat ini bukan sekadar ra

29/01/2026 00:09 - Oleh RUDY S. MARPAUNG - Dilihat 3154 kali
Dari Roemah Miskin ke Gerakan Sosial: Sejarah Al-Ma’un Muhammadiyah

KISARAN-Tepat pada 13 Januari 1923, Muhammadiyah mendirikan Roemah Miskin (armen huis). Rumah Miskin ini merupakan gagasan bersejarah dari Kiai Sudja’ yang kala itu dibe

28/01/2026 23:04 - Oleh RUDY S. MARPAUNG - Dilihat 1343 kali
Integrasi Nilai-Nilai Isra Mikraj dalam Pendidikan Berkemajuan Muhammadiyah

Oleh :HAZLANYAH RAMELAN, M.Si.Kepala SMK Muhammadiyah 5 Kisaran. KISARAN-Peristiwa Isra Mikraj bukan sekadar perjalanan malam spiritual Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidi

15/01/2026 23:04 - Oleh RUDY S. MARPAUNG - Dilihat 3678 kali
Memaknai Pergantian Tahun: Refleksi dan Muhasabah dalam Bingkai Islam

Oleh :Hazlansyah Ramelan, M.Si.(Kepala SMK Muhammadiyah 5 Kisaran) Momen pergantian tahun seringkali identik dengan perayaan meriah, kembang api, dan hiruk-pikuk keramaian. Namun, bagi

31/12/2025 18:51 - Oleh RUDY S. MARPAUNG - Dilihat 2396 kali
Transformasi Pendidikan Vokasi: Seberapa Vital AI bagi Siswa SMK Bisnis dan Manajemen?

KISARAN-Di era Revolusi Industri 4.0 yang kini beranjak menuju 5.0, lanskap dunia kerja mengalami pergeseran seismik. Perubahan ini tidak hanya terjadi di sektor teknologi murni, tetapi

29/11/2025 23:31 - Oleh RUDY S. MARPAUNG - Dilihat 1895 kali
Di Balik Papan Tulis: Ode untuk Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

KISARAN-Setiap tanggal 25 November, lini masa media sosial kita mungkin dipenuhi dengan ucapan terima kasih, foto-foto nostalgia masa sekolah, dan lirik lagu Hymne Guru. Namun, di balik

25/11/2025 14:12 - Oleh RUDY S. MARPAUNG - Dilihat 2914 kali
Ketika Pak AR Berhasil “Memuhammadiyahkan” Warga NU Secara Massal

  Di Yogyakarta, 14 Februari 1916, lahirlah seorang lelaki yang kelak dikenal sebagai maestro dakwah yang halus tapi nendang: Abdul Rozak (A.R.) Fachruddin. Putra pasangan K

22/11/2025 11:09 - Oleh RUDY S. MARPAUNG - Dilihat 623 kali