Ternyata Ini Perbedaan Hari Guru Sedunia & Hari Guru Nasional
KISARAN - Guru adalah salah satu profesi yang paling berjasa dalam kehidupan manusia melalui tugas mendidik, membimbing, mengajar, dan mengevaluasi para peserta pendidikan.
Maka dari itu, The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) memberikan penghargaan kepada seluruh guru di dunia melalui Hari Guru Sedunia atau World Teachers' Day yang ditetapkan setiap 5 Oktober. Tahun ini, Hari Guru Sedunia jatuh pada Kamis (5/10/2023).
Tidak hanya UNESCO, Indonesia juga memberikan penghargaan kepada seluruh guru di Indonesia melalui Hari Guru Nasional yang dirayakan setiap 25 November.
Meskipun terlihat sama, Hari Guru Sedunia dan Hari Guru Nasional adalah hari peringatan yang berbeda. Lantas, apa perbedaannya?
Melansir dari laman resmi UNESCO, Hari Guru Sedunia telah dirayakan sejak 1994. Hari Guru Sedunia diselenggarakan bersama Organisasi Buruh Internasional (ILO), United Nations International Children's Emergency Fund (UNICEF), dan Education International (EI).
Hari Guru Sedunia dirayakan sebagai peringatan atas diadopsinya Rekomendasi ILO/UNESCO terkait Status Guru pada 1966. Adapun, Status Guru menetapkan standar terkait hak dan tanggung jawab guru, serta standar untuk persiapan awal pendidikan lanjutan, rekrutmen, pekerjaan, dan kondisi belajar-mengajar.

Sementara itu, melansir dari laman resmi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), Hari Guru Nasional bertujuan untuk memberikan penghormatan dan apresiasi kepada guru-guru di Indonesia atas dedikasi terhadap peserta didik.
"Sedangkan Hari Guru Sedunia bertujuan untuk memusatkan perhatian atas kontribusi dan prestasi guru. Selain itu, hari peringatan ini juga menyoroti keprihatinan dan prioritas guru dalam pendidikan," tulis Kemendikbud Ristek, dikutip Rabu (4/10/2023).
Peringatan Hari Guru Nasional bertepatan dengan berdirinya Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) pada 25 November 1945. Dalam Kongres Guru Indonesia di Surakarta, Jawa Tengah, pada 24-25 November 1945, PGRI didirikan atas dasar penetapan untuk menghapuskan perbedaan suku, ras, agama, dan politik.
Di Indonesia, Hari Guru Nasional setiap 25 November ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 8 Tahun 1994.
Sumber: gurudikdas.kemdikbud.go.id
1 Komentar
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
THE ADVENTURE OF RAMADHAN
KISARAN-Ramadan itu bukan bulan biasa. Ini bukan sekadar momen tahunan yang datang lalu pergi, bukan sekadar perubahan jam makan atau pindah jam tidur. Bukan juga sekadar “vibes r
UNDANGAN KULIAH RPL GURU NASIONAL 2026
LATAR BELAKANG Selama bertahun-tahun, guru di seluruh Indonesia telah mengabdikan diri dalam dunia pendidikan. Mereka mengajar, membimbing, menyusun perangkat pembelajaran, mengikuti p
Download Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1447 H/2026 M se-Indonesia
KISARAN-Hadirnya bulan suci Ramadhan 1447 H tinggal menghitung hari. Berbagai persiapan digelar menyambut bulan yang penuh keberkahan ini. Suara Muhammadiyah menyediakan jadwal imsakiya
Jejak Abadi: Pengaruh Seorang Guru yang Baik Tidak Akan Pernah Bisa Terhapuskan
KISARAN-Ada sebuah kutipan terkenal dari Henry Adams yang berbunyi: "Seorang guru memengaruhi keabadian; ia tidak pernah tahu di mana pengaruhnya berhenti." Kalimat ini bukan sekadar ra
Dari Roemah Miskin ke Gerakan Sosial: Sejarah Al-Ma’un Muhammadiyah
KISARAN-Tepat pada 13 Januari 1923, Muhammadiyah mendirikan Roemah Miskin (armen huis). Rumah Miskin ini merupakan gagasan bersejarah dari Kiai Sudja’ yang kala itu dibe
Integrasi Nilai-Nilai Isra Mikraj dalam Pendidikan Berkemajuan Muhammadiyah
Oleh :HAZLANYAH RAMELAN, M.Si.Kepala SMK Muhammadiyah 5 Kisaran. KISARAN-Peristiwa Isra Mikraj bukan sekadar perjalanan malam spiritual Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidi
Memaknai Pergantian Tahun: Refleksi dan Muhasabah dalam Bingkai Islam
Oleh :Hazlansyah Ramelan, M.Si.(Kepala SMK Muhammadiyah 5 Kisaran) Momen pergantian tahun seringkali identik dengan perayaan meriah, kembang api, dan hiruk-pikuk keramaian. Namun, bagi
Transformasi Pendidikan Vokasi: Seberapa Vital AI bagi Siswa SMK Bisnis dan Manajemen?
KISARAN-Di era Revolusi Industri 4.0 yang kini beranjak menuju 5.0, lanskap dunia kerja mengalami pergeseran seismik. Perubahan ini tidak hanya terjadi di sektor teknologi murni, tetapi
Di Balik Papan Tulis: Ode untuk Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
KISARAN-Setiap tanggal 25 November, lini masa media sosial kita mungkin dipenuhi dengan ucapan terima kasih, foto-foto nostalgia masa sekolah, dan lirik lagu Hymne Guru. Namun, di balik
Ketika Pak AR Berhasil “Memuhammadiyahkan” Warga NU Secara Massal
Di Yogyakarta, 14 Februari 1916, lahirlah seorang lelaki yang kelak dikenal sebagai maestro dakwah yang halus tapi nendang: Abdul Rozak (A.R.) Fachruddin. Putra pasangan K


Pahlawan tanpa tanda jasa