• SMK MUHAMMADIYAH 5 KISARAN
  • SMK Bisa-Hebat (Berilmu, Beriman, Berakhlak dan Beramal)

Hormati Gurumu, Berkah Ilmumu!

Gaes, sebagai pelajar kita termasuk orang yang beruntung sedunia lho. Pasalnya, ilmu yang kita timba baik di sekolah, home schooling, majlis ta’lim atau tempat belajar lainnya adalah cahaya yang akan menerangi kehidupan kita. Tanpa ilmu, hidup kita akan tersesat. Sulit membedakan yang benar dan salah.

Ilmu yang menjadikan kita sebagai pemenang, bukan pecundang. Ilmu juga yang akan mengantarkan kita pada tempat terbaik di akhirat nanti. Rasulullah saw mengingatkan, “Barang siapa yang meniti suatu jalan dalam rangka menuntut ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Ahmad).

Namun, jauh sebelum keutamaan ilmu kita peroleh ternyata ada yang lebih penting untuk kita siapkan sebelumnya. Agar ilmu yang kita dapat penuh keberkahan dan bermanfaat bagi orang banyak. Siapkan dulu ‘garasi’-ilmu nya!

# Pentingnya Adab Sebelum Ilmu

Al-adab qabla al-‘ilmi “adab sebelum ilmu”. Ungkapan ini sering kita dengar di lingkungan pendidikan Islam, khususnya pesantren. Meski begitu, bukan berarti nasihat mulia ini hanya ditujukan untuk temen-temen santri lho ya. Tapi untuk kita semua selaku pelajar.

Adab secara bahasa artinya menerapakan akhlak mulia. Dalam Fathul Bari, Ibnu Hajar menyebutkan: “Al adab artinya menerapkan segala yang dipuji oleh orang, baik berupa perkataan maupun perbuatan. Sebagian ulama juga mendefinsikan, adab adalah menerapkan akhlak-akhlak yang mulia.” (Fathul Bari, 10/400).

Adab bagi seorang pelajar itu ibarat garasi, tempat mangkalnya kendaraan biar nggak parkir sembarangan. Kebayang kalo ilmu gak ada garasinya, bisa membahayakan banyak orang. Makanya para ulama dulu not play-play alias nggak main-main kalo udah berurusan dengan adab. Sebagaimana nasihat Imam Malik, “Pelajarilah adab sebelum mempelajari suatu ilmu.”

Abu Zakariya An Anbari rahimahullah mengingatkan: “Ilmu tanpa adab seperti api tanpa kayu bakar, dan adab tanpa ilmu seperti jasad tanpa ruh.”

Nggak heran kalo ulama kawakan selevel Ibnu Mubarak juga menegaskan, “Kami mempelajari masalah adab itu selama 30 tahun, sedangkan kami mempelajari ilmu selama 20 tahun.”

Kebayang nggak sih, alokasi waktu belajar adabnya aja 1,5 kali lebih banyak dibanding menuntut ilmunya. Itu berarti, pentingnya adab sebelum ilmu itu nggak bisa ditawar-tawar lagi. Belajar adab itu harus dibayar di depan, nggak bisa COD. Apalagi nunggak. Apa pasal?

Ulama Syaikh Sholeh Al ‘Ushoimi menuturkan bahwa, “Dengan mempelajari adab maka akan mudah meraih ilmu. Sedikit memperhatikan adab, maka ilmu akan menjadi sia-sia.”

Wajar kalo Imam Abu Hanifah lebih senang mempelajari kisah-kisah para ulama dibanding menguasai bab Fiqih. Karena dari situ Beliau banyak mempelajari adab, itulah yang kurang dari kita saat ini. Imam Abu Hanifah berkata, “Kisah-kisah para ulama dan duduk bersama mereka lebih aku sukai daripada menguasai beberapa bab Fiqih. Karena dalam kisah mereka diajarkan berbagai adab dan akhlaq luhur mereka.” (Al Madkhol, 1: 164)

# Pondasi Adab Para Pencari Ilmu, Hormati Gurumu!

Salah satu pondasi adab bagi kita selaku para pencari ilmu adalah adab menghormati ahli ilmu alias guru. Imam Burhanudin Az Zarnuji penulis kitab fenomenal, Ta’lim Muta’alim mengingatkan, “Ketahuilah, sesungguhnya seorang penuntut ilmu tidak akan memperoleh kesuksesan ilmu dan tidak pula bermanfaat ilmunya. Kecuali dengan mengagungkan ilmu dan ahli ilmu, mengagungkan gurunya dan menghormatinya.”

Bentuk penghormatan terhadap guru bukan seperti hormat kepada bendera setiap upacara lho ya. Tapi menempatkan guru sebagai sosok yang kita muliakan, kagumi, dan teladani keilmuannya.

Sedekat apapun kita dengan guru, tetap harus ngukur diri dan jaga adab. Jangan sampai kebablasan. Sebenci apapun kita pada guru, tak menjadi alasan untuk membullynya, melecehkannya, mempermalukannya, merendahkan martabatnya, dan semua perlakuan tak pantas.

Seperti kejadian menimpa kepada salah satu Wakil Kepala Sekolah SMA Negeri di Maluku Tengah. Dalam tayangan video yang viral itu, sang Ibu dipermainkan muridnya ketika akan pulang dari sekolah di parkiran motor. Kunci motornya diambil salah satu siswa, dan beliau disoraki murid-murid ketika berusaha mengambilnya.

Miris rasanya kalo ngeliat perilaku pelajar yang sering kedapatan ‘kurang ajar’ kepada gurunya. Padahal kalo kita belajar adab, nggak ada ceritanya tuh perilaku songong murid pada gurunya. Karena sedikit saja hati guru kita tersakiti, alamat ilmu yang kita peroleh tak berarti. Nggak ada berkahnya.

Agar berkah ilmu yang kita peroleh, berikut beberapa adab terhadap guru dikutip dari kitab Ta’lim Muta’alim karangan Imam Az Zarnuzi.

  1. Tidak berjalan di depan guru. Berjalan di depan guru atau membelakangi guru yang sedang berjalan merupakan perilaku tidak sopan. Misalnya ketika siswa sedang berjalan dan melihat gurunya berjalan di belakangnya, siswa tersebut harus berhenti dan mempersilahkan gurunya berjalan terlebih dahulu.
  2. Tidak duduk di tempat yang biasa ditempati guru ketika mengajar. Misalnya ketika guru sedang istirahat di ruang guru, siswa tidak boleh duduk di kursi guru apalagi sampai membuka-buka buku guru.
  3. Tidak memulai pembicaraan ketika guru tidak mengizinkan. Misalnya ketika guru sedang menjelaskan maka murid jangan berbicara walaupun itu menanyakan penjelasan yang belum dipahami, murid boleh bertanya ketika guru sudah mengizinkan untuk bertanya.
  4. Ketika bertanya harus tahu waktu. Misalnya saat jam istirahat dan guru sedang beristirahat maka murid jangan bertanya, tunggu guru selesai istirahat baru bertanya.
  5. Menerima hukuman dari guru dengan lapang dada selama tidak melanggar syariat.
  6. Bersabar ketika ingin bertemu guru, sampai guru datang menemui.

Teman surga, kalo selama ini kita merasa kesulitan menerima pelajaran atau kebingungan memahami ketika guru menjelaskan, bisa jadi ada yang salah dengan adab kita kepada para ahli ilmu. Mungkin tanpa sengaja kita pernah menyakiti hatinya. Segera temui, cium tangannya, minta ampunannya sampai bersih. Nggak boleh ada yang ganjel.

Untuk itu, terus belajar adab dengan mengenal Islam lebih dalam. Nggak mesti jadi santri. Yang penting, kelakuan kita komitmen terikat hukum syara setiap hari. Sehingga terbentuk dalam diri kita akhlak mulia yang Allah ridhoi. Kalo udah gitu, dengan sendirinya pondasi adab kita sebagai penuntut ilmu akan terbangun sendiri. Dan kita jadi lebih mudah menerima ilmu dan menebar manfaat dari keilmuan kita di muka bumi. Karena itu, hormati gurumu akan berkah ilmumu. Yuk, gaskeun! []

 

Sumber: Rahmad Taher

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
INFORMASI KELULUSAN TAHUN PELAJARAN 2025/2026

Berdasarkan kebijakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, penetapan kelulusan peserta didik pada satuan pendidikan jenjang SMA/SMK Tahun Pelajar

03/05/2026 18:07 - Oleh RUDY S. MARPAUNG - Dilihat 850 kali
THE ADVENTURE OF RAMADHAN

KISARAN-Ramadan itu bukan bulan biasa. Ini bukan sekadar momen tahunan yang datang lalu pergi, bukan sekadar perubahan jam makan atau pindah jam tidur. Bukan juga sekadar “vibes r

19/02/2026 15:07 - Oleh RUDY S. MARPAUNG - Dilihat 3442 kali
UNDANGAN KULIAH RPL GURU NASIONAL 2026

LATAR BELAKANG Selama bertahun-tahun, guru di seluruh Indonesia telah mengabdikan diri dalam dunia pendidikan. Mereka mengajar, membimbing, menyusun perangkat pembelajaran, mengikuti p

05/02/2026 10:34 - Oleh RUDY S. MARPAUNG - Dilihat 101 kali
Download Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1447 H/2026 M se-Indonesia

KISARAN-Hadirnya bulan suci Ramadhan 1447 H tinggal menghitung hari. Berbagai persiapan digelar menyambut bulan yang penuh keberkahan ini. Suara Muhammadiyah menyediakan jadwal imsakiya

04/02/2026 22:00 - Oleh RUDY S. MARPAUNG - Dilihat 540 kali
Jejak Abadi: Pengaruh Seorang Guru yang Baik Tidak Akan Pernah Bisa Terhapuskan

KISARAN-Ada sebuah kutipan terkenal dari Henry Adams yang berbunyi: "Seorang guru memengaruhi keabadian; ia tidak pernah tahu di mana pengaruhnya berhenti." Kalimat ini bukan sekadar ra

29/01/2026 00:09 - Oleh RUDY S. MARPAUNG - Dilihat 3169 kali
Dari Roemah Miskin ke Gerakan Sosial: Sejarah Al-Ma’un Muhammadiyah

KISARAN-Tepat pada 13 Januari 1923, Muhammadiyah mendirikan Roemah Miskin (armen huis). Rumah Miskin ini merupakan gagasan bersejarah dari Kiai Sudja’ yang kala itu dibe

28/01/2026 23:04 - Oleh RUDY S. MARPAUNG - Dilihat 1356 kali
Integrasi Nilai-Nilai Isra Mikraj dalam Pendidikan Berkemajuan Muhammadiyah

Oleh :HAZLANYAH RAMELAN, M.Si.Kepala SMK Muhammadiyah 5 Kisaran. KISARAN-Peristiwa Isra Mikraj bukan sekadar perjalanan malam spiritual Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidi

15/01/2026 23:04 - Oleh RUDY S. MARPAUNG - Dilihat 3696 kali
Memaknai Pergantian Tahun: Refleksi dan Muhasabah dalam Bingkai Islam

Oleh :Hazlansyah Ramelan, M.Si.(Kepala SMK Muhammadiyah 5 Kisaran) Momen pergantian tahun seringkali identik dengan perayaan meriah, kembang api, dan hiruk-pikuk keramaian. Namun, bagi

31/12/2025 18:51 - Oleh RUDY S. MARPAUNG - Dilihat 2406 kali
Transformasi Pendidikan Vokasi: Seberapa Vital AI bagi Siswa SMK Bisnis dan Manajemen?

KISARAN-Di era Revolusi Industri 4.0 yang kini beranjak menuju 5.0, lanskap dunia kerja mengalami pergeseran seismik. Perubahan ini tidak hanya terjadi di sektor teknologi murni, tetapi

29/11/2025 23:31 - Oleh RUDY S. MARPAUNG - Dilihat 1910 kali
Di Balik Papan Tulis: Ode untuk Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

KISARAN-Setiap tanggal 25 November, lini masa media sosial kita mungkin dipenuhi dengan ucapan terima kasih, foto-foto nostalgia masa sekolah, dan lirik lagu Hymne Guru. Namun, di balik

25/11/2025 14:12 - Oleh RUDY S. MARPAUNG - Dilihat 2930 kali