![](https://smkmuhammadiyah5kisaran.sch.id/media_library/posts/large/a2daa7d92940b2ef9f6cc21420a674a4.jpg)
Refleksi Lembaga Dakwah Islam sebagai Solusi Problematika Pemuda Saat Ini
Problematika dan isu di kalangan pemuda sosial di Indonesia selalu ramai diperbincangkan hingga saat ini khususnya mengenai gaya hidup dan kesejahteraan atau kemandirian finansial. Hal ini tidak terlepas dari masih banyaknya keberagaman latar belakang problematika masyarakat, baik dari etnis, agama, cara pandang kehidupan, latar belakang pendidikan, dan sosial. Dari adanya hal tersebut menjadi sebab masyarakat indonesia menghadapi berbagai macam masalah kesejahteraan sosial yang berpengaruh pada segi dan tingkatan ketakwaan seseorang.
Dalam satu dasawarsa terakhir, beberapa tragedi kemanusiaan yang memilukan sekaligus mengkhawatirkan berlangsung silih berganti di negara kita. Serentetan peristiwa kerusuhan sosial (riots) itu telah menarik perhatian semua orang tentang apa yang terjadi di negara yang terkenal kedamaian dan keamanannya ini. Berbagai konflik sosial yang terjadi merupakan bagian dari a dinamic change. Hal ini sebagai suatu penyebab sifat positif telah berubah menjadi negatif dan menimbulkan berbagai masalah dalam masyarakat.
Eskalasi konflik dan problematika hidup yang kian bertambah, berdampak pada berkembangnya konflik yang tidak hanya horizontal akan tetapi juga vertikal. Hal demikian menjadi pertanyaan besar bagi kebanyakan masyarakat di indonesia dalam mencari penyebab dan solusi dari semua ini. Kerumitan dalam mengurai penyebab dan latar belakang adanya konflik yang seakan muncul dengan berurutan tanpa kenal waktu merebak di hampir semua tempat di tanah air. Hal tersebut disebabkan oleh ketidakmampuan dalam menemukan formula jitu untuk mencari solusi dan obat penawar.
Adanya bentuk, jenis, dan eskalasi konflik, serta problematika yang beragam, beragam pula faktor penyebab dan faktor pemantiknya. Adanya konflik di dalam masyarakat dapat disebabkan karena adanya faktor kepentingan, faktor agama, faktor sosial, faktor politik, pendidikan, kesehatan, faktor ekonomi, budaya, etnis, dan ideologis. Hanya saja, faktor agama, ekonomi, dan politik sering dianggap sebagai faktor yang dominan dibanding dengan dua faktor yang disebutkan terakhir. Hal tersebut terlihat di lapangan bahwa konflik yang sering terjadi di lapangan kerap menggunakan pendekatan dan membawa simbol-simbol agama.
Seperti contoh adanya pembubaran pengajian, lalu perusakan tempat peribadatan, penyerangan dan amuk masa, atau bahkan pembunuhan terhadap penganut agama tertentu. Namun, jika dikaji lebih dalam dan dianalisis kembali bahwasanya konflik etnis, agama, dan ideologi ternyata hanyalah menjadi faktor yang mengikuti atau mengekor dari adanya penyebab konflik yang lebih masif dan kompleks dengan membawa latar belakang kesenjangan sosial, kesenjangan kesejahteraan, ekonomi, dan politik.
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اِفْتَرَقَ الْيَهُوْدُ عَلَى إِحْدَى أَوْ ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً، وَتَفَرَّقَتِ النَّصَارَى عَلَى إِحْدَى أَوْ ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً وَتَفْتَرِقُ أُمَّتِيْ عَلَى ثَلاَثٍ وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً.
“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, ‘Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, ‘Kaum Yahudi telah terpecah menjadi tujuh puluh satu (71) golongan atau tujuh puluh dua (72) golongan, dan kaum Nasrani telah terpecah menjadi tujuh puluh satu (71) atau tujuh puluh dua (72) golongan, dan umatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga (73) golongan.’” [1]
Dari kausalitas (sebab akibat) di atas menjadi satu alasan mengapa kemudian penting belajar agama yang syar’i dan sesuai sunah. Sebagai salah satu cara, yakni dengan mengikuti dan aktif dalam forum komunitas dakwah atau ikut serta dalam agenda lembaga yang bergerak dalam menghimpun dan berusaha berdakwah dalam hal kebaikan dan kebenaran. Lembaga dakwah itu sendiri tidak hanya menaruh perhatian terhadap dakwah untuk kalangan orang yang sudah paham, akan tetapi boleh diakses siapa saja termasuk di dalamnya pemuda, semisal mahasiswa yang ada di kampus dalam memberikan perluasan makna dalam gerak dakwahnya di kalangan pemuda. Memulai dari hal sederhana yang bisa dijalankan bersama dengan berbagai kalangan dengan latar belakang yang berbeda sehingga menghadirkan kebaikan dan solusi keumatan melalui dakwah inklusif di berbagai kalangan umat muslim, baik kalangan pemuda saat ini atau masyarakat pada umumnya. Yakni, berkolaborasi dengan berbagai lembaga dakwah Islam dan organisasi dakwah baik di internal kampus ataupun lembaga dakwah Islam yang ada di lingkungan masyarakat.
Di tengah dinamika Lembaga Dakwah yang sangat komplek dan banyak muncul lembaga dakwah di Indonesia. Lembaga Dakwah di Kampus atau yang banyak di kalangan masyarakat secara langsung terlibat dalam membantu mengatasi masalah problematika masyarakat dan problematika keagamaan, khususnya dalam dakwah kampus (pemuda) yang ditengarai oleh aktivis dakwah di kampus. Tentu hal ini menjadi suatu hal yang selaras dengan semangat dakwah dalam mengatasi dan mempersiapan agent of change melalui pemuda, khususnya yang punya pengaruh besar di kalangan pemuda masa kini dalam kampus.
Dapat diperoleh simpulan mengenai agenda Lembaga Dakwah Islam mampu menjadi wadah kebaikan dakwah yang mampu mewadahi aktivitas dalam berdakwah untuk menangkal dan mengurangi problematika umat. Atau sederhananya adalah mengurangi masalah dalam masyarakat di Indonesia melalui pendekatan dan pengelolaan kegiatan dan agenda keagamaan, dalam hal ini melalui dakwah di kampus atau dakwah kepemudaan dan masyarakat.
Penulis: Kiki Dwi Setiabudi, S.Sos
Sumber: Muslim.or.id
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Nasihat dan Bimbingan untuk Pemuda Muslim terhadap Diri, Agama, dan Masyarakat
Apa peran pemuda Islam dalam membangun masyarakat Islam? Kita perhatikan bahwa Al-Qur’an menyebutkan tentang “pemuda” di banyak tempat Fatwa Syaikh Muhammad Shalih Al
PPDB SMK Muhammadiyah 5 Kisaran Tahun Pelajaran 2025/2026
SMK Muhammadiyah 5 Kisaran mulai melaksanakan kegiatan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Pelajaran 2025/2026. Adapun pelaksaan PPDB SMK Muhammadiyah 5 Kisaran ak
Sibuklah Mengurusi Kekurangan Diri
Apakah kita sadar dengan kekurangan diri, tetapi memilih untuk mengabaikannya? Inilah salah satu musibah terbesar bagi seorang hamba! Abdullah bin Al-Mubarak rahimahullah meng
Fakta Mengenai Makam Nabi Muhammad SAW
Belum banyak yang tahu kalau makam Nabi Muhammad merupakan makam dengan lapisan segel paling ketat di dunia. Mari kita bahas Nabi Muhammad wafat di rumah Aisyah dan dimakamkan persis
Haruskah kita merayakan Hari Pria Internasional? Sejarah, Kontroversi, dan Maknanya
Setiap Tahun Pada Tanggal 19 November, Hari Pria Internasional (HPI) Dirayakan Di Seluruh Dunia. Banyak orang akan bertanya-tanya mengapa pria perlu merayakan hari kesadaran ke
Hari Pelajar Internasional
Hari Pelajar Internasional diperingati pada tanggal 17 November. Pada hari ini, kita mengenang keberanian ribuan pelajar di Praha yang berjuang demi kebanggaan nasional dan hak atas p
Kisah Juraij, Ahli Ibadah yang Justru Durhaka kepada Ibunya
Kisah Juraij merupakan cerita yang sarat akan pelajaran berharga tentang hubungan antara seorang anak dan orang tuanya. Juraij, seorang ahli ibadah yang hidup pada masa Bani Israil, ter
Kisah Urwah bin Zubair yang Membuat Kita Semakin Tabah Menjalani Hidup
Hisyam, putra Urwah bin Zubair meriwayatkan bahwa pada suatu hari ayahnya pergi mendatangi Al Walid bin Abdil Malik. Ketika sampai di Wadil Qura, dia merasakan rasa nyeri di kakinya. Ke
Al-Khawarizmi: Bapak Matematika Dunia dan Penemu Angka Nol
Muhammad bin Musa Al-Khawarizmi, lahir sekitar tahun 780 M di Khawarizm (sekarang Uzbekistan), adalah salah satu ilmuwan Muslim paling berpengaruh di dunia. Karyanya mencakup bidang mat
Pelajaran dari Luqmanul Hakim kepada Anaknya
Luqmanul Hakim merupakan salah satu sosok yang namanya diabadikan dalam Al-Quran karena kebijaksanaannya yang luar biasa. Ia bukan seorang nabi, namun Allah SWT menganugerahkan kepadany